Pemanasan global di atas 1,5 derajat Celsius akan menjadi bencana bagi negara-negara kepulauan Pasifik dan dapat menyebabkan hilangnya seluruh negara di sana.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:56 WIB
WowKeren - Dampak pemanasan global memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) melaporkan dalam tulisan mereka yang menunjukkan kemungkinan hilangnya seluruh negara Kepulauan Pasifik dalam abad ini.
Negara-negara kepulauan Pasifik sudah menghadapi masalah dengan hantaman gelombang pasang besar, angin topan yang membawa bencana, dan kekeringan yang berkelanjutan. Kondisi mereka diperparah dengan dampak pemanasan global yang tak kunjung menunjukkan kemajuan ke arah yang lebih baik.
Pemanasan global di atas 1,5 derajat Celsius akan menjadi bencana bagi negara-negara kepulauan Pasifik dan dapat menyebabkan hilangnya seluruh negara. Hal itu disebabkan karena kenaikan permukaan laut dalam abad ini, sebagaimana diperingatkan oleh para ahli.
Pasifik telah lama dilihat sebagai "kenari di tambang batu bara" terkait krisis iklim. Penyebutan ini bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut telah menderita akibat pasang surut, siklon bencana, dan meningkatnya salinitas dalam tabel air yang tidak memungkinkan tanaman untuk tumbuh.
Tak hanya itu, wilayah ini juga menghadapi masalah kekeringan yang berkelanjutan dan hilangnya pulau-pulau dataran rendah karena kenaikan permukaan laut. Krisis-krisis ini diperkirakan akan meningkat frekuensi dan keparahannya seiring dengan memanasnya dunia.
Para pemimpin dari negara-negara Pasifik, termasuk Scott Morrison dan Jacinda Ardern bergabung dalam pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik, yang diadakan di Zoom pada hari Jumat (6/8). Satyendra Prasad, duta besar dan perwakilan tetap Fiji untuk PBB mengatakan laporan IPCC sangat mengkhawatirkan.
"Ini melampaui perkiraan kita semua itu memunculkan beberapa skenario bencana," ujarnya. "Yang telah kita pikirkan di Pasifik tentang kenaikan permukaan laut, hilangnya dataran rendah, dan kemungkinan hilangnya seluruh negara dalam satu abad ke depan."
Prasad mengatakan dampak pemanasan global telah dirasakan di seluruh Pasifik selama bertahun-tahun. Banjir dan badai telah terjadi dengan frekuensi yang cukup besar.
Bencana yang umumnya terjadi sekali dalam 50 hingga 100 tahun kini telah berubah menjadi sepuluh tahun sekali. "Segera orang dapat menduga bahwa siklon bencana, siklon super, kekeringan berkepanjangan, akan menjadi jauh lebih sering dan lebih intens di seluruh pulau-pulau kecil Pasifik," imbuhnya.
(wk/zodi)