Setidaknya ada 3 jenis vaksin COVID-19 yang dikembangkan di Thailand, yakni berbasis mRNA, virus inaktif, serta yang sangat menyita perhatian adalah dengan metode semprot hidung.
- Elvariza Opita
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:32 WIB
WowKeren - Thailand berusaha mengembangkan vaksin COVID-19 secara mandiri, yang bahkan dilengkapi dengan teknologi mumpuni. Sebab alih-alih mengenakan metode vaksinasi intermuscular misalnya, yang sudah awam ditemui, Thailand malah mengembangkan vaksin dengan metode nasal spray alias disemprotkan ke dalam rongga hidung.
Setidaknya ada 2 jenis vaksin COVID-19 bermetode semprot yang dikembangkan di Thailand. Dan kedua jenis vaksin ini siap diuji klinis kepada manusia setidaknya akhir tahun 2021 menyusul hasil yang menjanjikan dengan uji klinis menggunakan hewan mencit.
Vaksin dengan metode ini dikembangkan oleh Pusat Rekayasa Genetik dan Bioteknologi Thailand. Juru Bicara pemerintah, Ratchada Thanadirek, menjelaskan bahwa vaksin dikembangkan dengan basis adenovirus dan influenza.
Sebenarnya uji klinis kepada manusia bisa segera dilakukan segera setelah menunjukkan hasil yang menjanjikan pasca diuji ke hewan. Namun vaksin ini tetap memerlukan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand.
Di samping itu, vaksin semprot ini juga dikembangkan untuk melindungi dari virus Corona varian Delta. Fase kedua uji klinisnya sendiri ditarget dimulai pada Maret 2022 mendatang.
"Vaksin akan diproduksi untuk skala penggunaan yang lebih besar pada pertengahan tahun 2022," sambung Ratchada, dikutip dari Bangkok Post, Kamis (12/8). "Jika hasil (uji klinisnya) bagus."
Pemilihan metode semprot sendiri dikarenakan saluran pernapasan, termasuk hidung, merupakan pintu utama masuknya virus Corona. Namun di sisi lain, Thailand lewat institusi Universitas Chulalongkorn juga mengembangkan vaksin berbasis mRNA.
Sedangkan Universitas Mahidol juga mengembangkan vaksin COVID-19 berbasis virus inaktif. Kedua jenis vaksin asli Thailand ini akan memasuki uji klinis fase II terhadap manusia pada bulan Agustus 2021.
Sementara itu, Thailand terus mengampanyekan vaksinasi COVID-19 menggunakan Sinovac dan Sinopharm yang berasal dari Tiongkok, serta AstraZeneca dari Inggris. Thailand juga menawarkan dosis ketiga alias booster untuk tenaga medis garda terdepan menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech, di mana sebelumnya mereka sudah menerima dua dosis penuh vaksin Sinovac.
(wk/elva)