Taliban Merajalela, AS Kirim 3.000 Pasukan untuk Evakuasi Personel Kedutaan Besar
AFP
Dunia

Keputusan itu mencerminkan kekhawatiran Amerika atas kemajuan pesat gerilyawan Taliban di Afghanistan yang telah menguasai lebih dari 10 ibu kota provinsi.

WowKeren - Kondisi keamanan di Afghanistan kian mengkhawatirkan seiring dengan makin gencarnya upaya Taliban untuk menduduki wilayah-wilayah. Pada Kamis (12/8), Pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka mengirim ribuan tentara ke Afghanistan untuk membantu mengevakuasi personel dari Kedutaan Besar AS di Kabul.

Keputusan ini diambil ketika Presiden AS Joe Biden berusaha menarik pasukan militer AS di Afghanistan. Langkah ini diumumkan pada April lalu sebagai upaya untuk mengakhiri apa yang disebutnya "perang terpanjang Amerika."

Sementara 3.000 pasukan yang akan dikirim untuk mengevakuasi personel kedubes dianggap sebagai misi sementara. Keputusan itu mencerminkan kekhawatiran AS atas kemajuan pesat gerilyawan Taliban di Afghanistan. Bagaimana tidak, kelompok ini telah menguasai selusin ibu kota provinsi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan staf kedutaan di Kabul akan dikurangi menjadi "kehadiran inti diplomatik". Penarikan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan namun ia memastikan bahwa kedutaan akan tetap beroperasi.


Untuk memfasilitasi proses tersebut, Departemen Pertahanan akan mengirim sekitar 3.000 anggota Marinir dan Angkatan Darat ke Bandara Internasional Hamid Karzai di ibu kota Afghanistan dalam 24 hingga 48 jam ke depan. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh juru bicara Pentagon John Kirby pada konferensi pers terpisah.

Saat ini masih ada 650 anggota militer AS di negara itu untuk melindungi kedutaan dan tempat lain. Ketika pemerintahan Biden memulai penarikan pasukan AS di Afghanistan pada akhir April, jumlah pasukan pada saat itu sekitar 2.500.

Sementara itu sebelumnya, pemerintah Afghanistan dilaporkan telah memberikan penawaran untuk berbagi kekuasaan dengan Taliban. Penawaran ini dilakukan dengan harapan agar kelompok tersebut menghentikan kekerasan yang meningkat di negara itu.

Adapun pemerintah mengambil keputusan ini ketika kelompok bersenjata itu menguasai Ghazni, ibu kota provinsi ke-10 yang akan direbut dalam seminggu. Tawaran ini disampaikan kepada Taliban secara tidak langsung melalui Qatar, negara yang telah menjadi tuan rumah kantor politik Taliban dan pembicaraan damai Afghanistan yang berkelanjutan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait