Perusahaan rintisan Jepang dan Israel baru-baru ini sepakat untuk bekerja sama dalam proyek eksperimental untuk menghasilkan oksigen di Bulan dengan melakukan ekstraksi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 13 Agustus 2021 - 15:28 WIB
WowKeren - Seiring berkembangnya teknologi di zaman modern, manusia kian berupaya mengeksplorasi luar angkasa yang kehidupan di baliknya selalu sukses memicu rasa penasaran. Berupaya inovasi pun dikembangkan untuk menunjang kegiatan penelitian tersebut.
Kekinian, perusahaan rintisan Jepang dan Israel baru-baru ini sepakat untuk bekerja sama dalam proyek eksperimental untuk menghasilkan oksigen di Bulan. Teknologi ini memungkinkan misi bulan jangka panjang yang independen dari Bumi di masa depan.
Kedua perusahaan rintisan ini berbagi peran untuk menghasilkan inovasi itu. Helios Project Ltd. Israel akan melakukan uji demonstrasi untuk mengekstraksi oksigen dengan melelehkan tanah bulan pada suhu tinggi dan mengelektrolisisnya. Sedangkan Ispace Inc. Jepang akan mengirimkan peralatan untuk eksperimen dua kali antara tahun 2023 dan 2025.
CEO Ispace Takeshi Hakamada sangat senang dengan proyek ini. Ia berharap proyek semacam ini akan lebih banyak berkembang di masa depan. Hal itu disebutkan olehnya saat penandatanganan nota kesepahaman yang diadakan di Kedutaan Besar Jepang di Tel Aviv bulan lalu secara virtual.
"Kami sangat senang dengan teknologi mereka dan kami percaya upaya ini akan merangsang lebih banyak pemain untuk memasuki pasar ini," paparnya. "Kami berharap akan ada lebih banyak peluang untuk berkolaborasi dalam minat bersama dalam eksplorasi bulan bersama."
Sementara itu, CEO Helios Jonathan Geifman mengatakan jika upaya untuk mengekstraksi oksigen dari tanah bulan sangat penting bagi manusia untuk bisa terlibat dalam aktivitas di Bulan di masa depan. Melalui situsnya, Helios mengatakan jika mereka telah mengembangkan reaktor yang dapat memproses tanah bulan untuk mengekstrak oksigen dan logam seperti besi, aluminium dan silikon. Perusahaan ini menargetkan untuk mengekstraksi 250 kilogram oksigen dari setiap 1 ton tanah di bulan.
Ispace akan meluncurkan pendarat bulan dari Amerika Serikat dengan roket buatan SpaceX pada 2023 nanti. Ispace adalah salah satu perusahaan yang dipilih oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS untuk mengumpulkan sampel dari permukaan Bulan sebagai bagian dari program eksplorasi bulan NASA.
(wk/zodi)