Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh massa anti pemerintah di Thailand hingga Minggu belum berakhir. Bahkan disebut bentrok kekerasan antara massa dan polisi meningkat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 16 Agustus 2021 - 14:24 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih belum menghilang dari dunia. Masing-masing negara di dunia masih terus berupaya untuk bisa menangani dan keluar dari pandemi.
Sebelumnya, massa anti pemerintah di Thailand telah turun ke jalan dan meminta Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha untuk mundur dari jabatannya lantaran dinilai tidak berhasil menangani pandemi COVID-19. Para massa tersebut, menilai bahwa Prayut merupakan pihak yang pantas untuk disalahkan terkait penanganan COVID-19.
Dalam aksi demonstrasi yang dilakukan massa anti pemerintah itu sebelumnya mengakibatkan bentrok selama beberapa hari. Adapun bentrokan saat itu terjadi antara kelompok Talu Fah dengan aparat keamanan.
Kini bentrokan kekerasan kembali terjadi di antara massa anti pemerintah dengan polisi. Bahkan kekerasan disebut mengalami peningkatan. Adapun hal tersebut terjadi di sekitar persimpangan Din Daeng, Bangkok pada Minggu (15/8) malam saat mobil patroli akan membubarkannya.
Beberapa pengunjuk rasa yang berkumpul di lokasi-lokasi utama termasuk persimpangan Ratchaprasong dan Lat Phrao, juga dibubarkan oleh mobil patroli. Kemudian, sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sekelompok pengunjuk rasa kemudian berkumpul di persimpangan Din Daeng yang merupakan tempat kejadian bentrokan dan tindak kekerasan antara massa dengan aparat.
Adapun bentrokan kekerasan yang terjadi dilaporkan batu bata dan petasan raksasa dilemparkan ke arah petugas crowd control yang menggunakan kontainer kargo besar. Adapun kontainer kargo besar itu ditumpuk sebagai garis pertahanan di daerah sekitar dekat tempat tinggal Prayut.
Setelah sekitar 15 menit menahan serangan dari massa, polisi pun akhirnya membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran. Akhirnya para demonstran tersebut dipaksa mundur sebelum mereka kembali berkumpul.
Di saat yang bersamaan, api terdeteksi di bawah jalan Tol Din Daeng. Pemimpin kaos merah Nattawut Saikuar tiba di lokasi saat bentrokan kekerasan terjadi. Ia pun akhirnya membujuk para demonstran untuk mengakhiri dan kembali pulang.
"Polisi mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari cedera," terang Nattawut. "Dibandingkan dengan operasi pengendalian massa yang dilakukan negara lain, pendekatan kami lebih ringan."
(wk/tiar)