PM Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri pada Senin (16/8) waktu setempat. Raja Malasyia pun menyatakan Muhyiddin akan menjadi pelaksana tugas sampai penerusnya ditentukan.
- Elvariza Opita
- Senin, 16 Agustus 2021 - 14:41 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akhirnya memilih mengundurkan diri pada Senin (16/8). Pengunduran dirinya pun telah disampaikan serta dikonfirmasi oleh Istana Negara Malaysia.
Bukan cuma Muhyiddin, seluruh kabinet sang perdana menteri pun akan mundur setelah rapat terakhir digelar pagi ini. Pengunduran diri ini pun membuat Muhyiddin menjadi perdana menteri dengan masa jabatan paling singkat, yakni hanya 17 bulan.
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah alias Sultan Abdullah pun membenarkan kabar pengunduran diri itu. Lewat pernyataan resminya, raja yang juga menjabat sebagai Sultan Pahang itu menyatakan Muhyiddin akan menjabat sebagai pelaksana tugas perdana menteri sampai penerusnya terpilih.
Rumor pengunduran diri Muhyiddin ini sendiri sudah mencuat sejak Minggu (15/8) waktu setempat. Muhyiddin memang didesak untuk meninggalkan jabatannya menyusul berbagai kontroversi yang mengiringi, termasuk ia yang dianggap tidak mampu menghadapi pandemi COVID-19.
Spekulasi makin kuat setelah beberapa menteri kabinet Muhyiddin "berpamitan" lewat media sosial. Termasuk Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein yang menyampaikan rasa terima kasih dan hormat karena bisa melayani Malaysia beberapa bulan belakangan.
"Alhamdulillah. Rapat kabinet terakhir di pemerintahan Perikatan Nasional berakhir pagi ini. Perdana Menteri akan meninggalkan lokasi untuk audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong (Raja Malaysia). Semua akan kembali kepada Allah setelah rapat diakhiri," imbuh Menteri Perindustrian dan Komoditas Malaysia, Mohd Khairuddin Aman Razali lewat Facebook-nya, dikutip dari Malay Mail.
Pengunduran diri Muhyiddin ini pun membuat gejolak politik kembali menguar di Malaysia. Bahkan geger peralihan kekuasaan dari Mahathir Mohammad kepada Muhyiddin kurang dari dua tahun lalu masih begitu membekas.
Hingga kini belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Muhyiddin sebagai kepala pemerintahan Malaysia. Dua nama yang mengemuka saat ini adalah Ismail Sabri Yaakob dari koalisi Partai Umno yang baru, juga Anwar Ibrahim dari Partai Pakatan Harapan yang sempat bekerja sama dengan Mahathir untuk mendesak untuk Muhyiddin mundur.
(wk/elva)