Ekonomi Jepang Tumbuh Pada Kuartal Terakhir, Tingkatkan Harapan Pemulihan Imbas Pandemi COVID-19
Dunia

Perekonomian di Jepang mengalami kenaikan pada kuartal akhir, sehingga meningkatkan optimisme. Sebagai informasi, Pandemi COVID-19 juga membuat perekonomian di Jepang mengalami penurunan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama ini, menyebabkan keadaan perekonomian masing-masing negara di dunia mengalami penurunan, tak terkecuali Jepang. Ekonomi Jepang telah tumbuh sebesar 1,3 persen pada kuartal terakhir.

Peningkatan ekonomi tersebut, membuat harapan Jepang terhadap pemulihan perekonomian secara bertahap akibat pandemi COVID-19 semakin optimis. Kantor Kabinet melaporkan mengenai produk domestik bruto (PDB) yang disesuaikan secara musiman pada Senin (16/8), jumlah nilai produk dan jasa suatu negara tumbuh 0,3 persen pada April-Juni. Hal ini ditandai dengan pembalikan dari kontraksi 0,9 persen di kuartal sebelumnya.

Adapun maksud tingkat tahunan adalah berapa banyak ekonomi akan tumbuh atau berkontraksi jika tingkat suku bunga berlanjut selama satu tahun. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di Jepang pada April hingga Juni lalu, merupakan kontribusi dari pihak swasta. Adapun peningkatan terjadi sebesar 3,4 persen, kemudian investasi perumahan swasta juga tumbuh sebesar 8,6 persen di tingkat tahunan.

Lebih lanjut, ekspor juga mengalami lonjakan di tingkat tahunan sebanyak 12,3 persen. Hal ini bisa terjadi karena Jepang mendapatkan manfaat dari kebangkitan ekonomi luar negeri yang tengah berlangsung. Sementara untuk impor juga mengalami lonjakan sebesar 21,9 persen.


Berdasarkan beberapa laporan, analis menyebut bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan terus berkontraksi. Mengingat data negatif baru-baru ini tentang perumahan dan investasi. Selain itu, juga adanya peningkatan jumlah kasus COVID-19.

Bahkan belakangan ini, vaksinasi COVID-19 di Jepang termasuk yang paling lambat di antara negara-negara undustri. Saat ini, Jepang telah mencapai sekitar satu per tiga masyarakat yang divaksinasi COVID-19 penuh.

Sementara itu, sejumlah rumah sakit diketahui tidak menerima pasien COVID-19. Untuk pasien COVID-19, diminta tinggal di rumah saja. Di sisi lain, Robert Carnell selaku Kepala Penelitian regional Asia-Pasifik di ING, mengatakan bahwa agka PDB lebih baik dari yang ia harapkan.

"Biasanya, kami menggabungkan semua ini dan memperkirakan hasil PDB yang sedikit lebih kuat untuk kuartal ketiga berdasarkan faktor-faktor yang dijelaskan," terang Carnell. "Tapi ini bukan waktu yang normal."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait