Taliban Kuasai Kantor Presiden Afghanistan dan Umumkan Bakal Bentuk Pemerintahan Baru
AFP
Dunia

Pendudukan Kabul menyebabkan Afghanistan sudah diambil alih Taliban. Mereka pun mengungkap rencana membentuk pemerintahan Emirat Islam Afghanistan dalam waktu dekat.

WowKeren - Gejolak di Afghanistan semakin memanas, apalagi setelah Taliban berhasil menguasai Ibu Kota negara, Kabul. Yang membuat pendudukan ini lebih dramatis, Presiden Ashraf Ghani bersama beberapa menterinya malah sudah kabur meninggalkan Afghanistan sebelum Taliban benar-benar berhasil menduduki Kabul.

Kini Ibu Kota semakin bergejolak. Pemerintah internasional bergegas memulangkan diplomat dan warga negaranya, sedangkan warga Afghanistan sendiri juga berusaha untuk pergi memicu terjadi kerusuhan di bandara.

Twitter/NicolaCareem

Taliban pun menyambut baik "kemenangan" mereka ini, bahkan detik-detik pendudukan mereka atas kantor kepresidenan disiarkan di berbagai media. Kepala Biro Politik Taliban, Abdul Ghani Baradar, bahkan mengklaim kekuatan mereka tak tertandingi karena berhasil menduduki semua kota besar Afghanistan hanya dalam jangka waktu sepekan.

Meski demikian, Baradar tak menampik bahwa setelah ini Taliban akan menghadapi hal yang lebih berat. Sebab Taliban akan segera membentuk pemerintahan baru dan menjalankan negara dengan pedoman terbaik yang mereka yakini.


Mengutip CGTN, pada Minggu (15/8) kemarin Taliban menyebut akan segera mengumumkan pembentukan pemerintahan baru. Negara di bawah cengkeraman Taliban ini akan dinamai "Emirat Islam Afghanistan (Islamic Emirate of Afghanistan)", demikian dikutip pada Senin (16/8).

Taliban sendiri berkali-kali menegaskan bahwa misi mereka sudah tercapai sehingga kini perang berkepanjangan di Afghanistan sudah berakhir. "Kami akan segera membangun relasi yang damai dengan komunitas internasional," ujar Juru Bicara Kantor Politik Taliban di Doha, Qatar, Muhammad Naeem kepada Al Jazeera TV.

Naeem juga menekankan bahwa Taliban akan menjaga keamanan di seluruh negeri. Karena itulah ia juga memastikan tidak akan ada bahaya yang mengintai para duta besar, diplomat, sampai warga negara asing yang bermukim di Kabul.

"Kami memastikan keamanan semua duta besar, misi diplomatik, institusi dan residensi WNA di Kabul," tegas Naeem lewat Twitter-nya. "Tidak akan ada bahaya terhadap mereka."

Kendati demikian, negara-negara asing tetap menarik para diplomat dan warga mereka yang masih ada di Afghanistan. Hal ini pula yang memicu amarah beberapa warga Afghanistan yang malah dihalangi untuk meninggalkan negeri di tengah teror yang dihadapi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait