Joe Biden Santai Tanggapi Kritik Soal Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Meski Taliban Merajalela
Twitter/POTUS
Dunia

Dalam pidatonya, Presiden AS Joe Biden menekankan bahwa justru keputusannya untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan adalah keputusan yang tepat.

WowKeren - Dalam waktu yang relatif singkat, Taliban berhasil menguasai Afghanistan usai menduduki ibukota Kabul pada Minggu (15/8). Tak pelak, hal ini menyebabkan Presiden AS Joe Biden harus menghadapi hujanan kritik lantaran keputusannya untuk menarik pasukan dari AS.

Ia menegaskan bahwa misi AS memang tidak pernah ditargetkan untuk membangun suatu bangsa. Dalam pidatonya, Biden menekankan bahwa justru keputusannya untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan adalah keputusan yang tepat.

"Saya berdiri tegak untuk membela keputusan saya," kata Biden. "Perkembangan minggu lalu memperkuat keputusan bahwa mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan saat ini adalah keputusan yang tepat."


Lebih jauh, ia mengatakan bahwa AS tidak akan membiarkan pasukan mereka terlibat dalam perang yang menurutnya, pasukan Afghanistan sendiri saja enggan terlibat di dalamnya. "Pasukan Amerika tidak bisa dan tidak seharusnya terlibat dalam perang dan mati dalam peperangan di mana pasukan Afghanistan tidak mau berperang untuk diri mereka sendiri," tambahnya.

Pidato Biden muncul setelah kekacauan dilaporkan terjadi di bandara Kabul. Ribuan warga Afghanistan yang berputus asa berlomba-lomba untuk meninggalkan negara itu di tengah Taliban yang kian gencar menguasai pemerintahan.

Diketahui, Taliban pada Minggu telah mengambil alih istana kepresidenan Afghanistan di Kabul, serta distrik-distrik di seluruh kota. Itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, yang tentu saja langkahnya ini menuai kecaman dari warganya.

Taliban memang mencatat kemajuan pesat untuk menduduki Afghanistan. Dalam beberapa pekan terakhir kelompok tersebut telah merebut 26 dari 34 ibu kota provinsi negara itu sebelum memasuki Kabul. Bahkan sebelumnya, pemerintah dilaporkan telah memberikan penawaran untuk berbagi kekuasaan dengan Taliban. Penawaran ini dilakukan dengan harapan agar kelompok tersebut mau menghentikan kekerasan yang kian memicu kekhawatiran di negara itu.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait