Pada 24 Agustus mendatang Jepang kembali menggelar perhelatan olahraga yakni Paralimpiade. Menjelang pelaksanannya, sejumlah delegasi diketahui telah tiba di Jepang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 17 Agustus 2021 - 16:25 WIB
WowKeren - Jepang telah berhasil dan selesai menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020 pada beberapa waktu lalu. Kini Jepang kembali menyelenggarakan perhelatan olimpiade yakni Paralimpiade yang dimulai pada 24 Agustus mendatang.
Sama halnya dengan Olimpiade Tokyo 2020, Paralimpiade juga digelar di tengah pandemi COVID-19, sehingga dipastikan tidak ada penoton secara langsung. Akan tetapi, baru-baru ini, ada kabar kurang baik datang dari salah satu atlet Paralimpiade.
Seorang peraih medali emas judoka Paralimpiade diketahui ditangkap oleh polisi Tokyo pada Senin (16/8). Ia ditangkap karena diduga telah melukai seorang petugas atau penjaga keamanan di hotel tempatnya menginap karantina.
Identitas atlet tersebut adalah Zviad Gogotchuri (34) merupakan delegasi dai Georgia untuk Paralimpiade Tokyo. Ia ditangkap dengan dugaan atas penyerangan terhadap Departemen Kepolisian Metropolitan.
Berdasarkan sumber yang didapatkan Asahi, Gogotchuri pada 12 Agustus lalu, mendorong seorang penjaga kemanan pria berusia sekitar 60 tahun di sebuah hotel dekat Bandara Haneda di Ota Ward Tokyo. Penjaga keamanan tersebut diketahui mengalami patah tulang rusuk.
Gogotchuri sendiri merupakan atlet yang berhasil memenangkan medali emas di judo divisi 90 kg putra di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016. Terkait dengan peristiwa tersebut, pihak penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo enggan mengomentarinya.
Adapun alasan dari pihak penyelenggara adalah masalah tersebut saat ini sedang diselidiki oleh pemerintah daerah yang menjadi tuan rumah (delegasi) dan pemerintah pusat. Gogotchuri diketahui tiba di Jepang pada 11 Agustus lalu bersama dengan delegasi dari Georgia lainnya sebanyak 17 orang.
Delegasi dari Georgia itu diketahui seharusnya bergabung dengan anggota tim Paralimpiade Georgia lainnya di Prefektur Tokushima. Akan tetapi, karena salah satu anggota delegasinya dinyatakan positif COVID-19, akhirnya 16 orang lainnya dianggap mungkin telah melakukan kontak dan telah diisolasi di Hotel Tokyo.
Sebelumnya, pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, dua judoka asala Georgia dihukum oleh penyelenggara karena melanggar protokol kesehatan yang telah ditentukan. Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah keluar dari Desa Olimpiade untuk berjalan-jalan, kemudian kredensial mereka dicabut.
(wk/tiar)