Eropa Sebut Mau Bekerja Sama dengan Taliban Namun dengan Syarat Khusus
pixabay.com/Ilustrasi/Capri23auto
Dunia

Uni Eropa mengatakan bahwa mereka akan terus memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan untuk mengatasi situasi kemanusiaan yang memburuk di negara tersebut.

WowKeren - Uni Eropa mengatakan jika mereka bersedia menjalin kerja sama dengan Taliban di Afghanistan. Namun hal itu hanya bisa dilakukan dengan syarat khusus.

Eropa mau menggandeng Taliban hanya jika kelompok tersebut mau menghormati hak-hak dasar, termasuk hak-hak perempuan, dan mencegah penggunaan wilayah Afghanistan oleh "organisasi teroris". Hal ini disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Josep Borrell.

Josep Borrell menguraikan langkah apa yang harus diambil Uni Eropa dalam sebuah pernyataan setelah diadakan pertemuan darurat antar para menteri luar negeri Uni Eropa pada Selasa (17/8). Adapun pertemuan itu untuk membahas perebutan ibu kota Afghanistan, Kabul, yang dilakukan dalam waktu sekejap oleh Taliban.

Dia mengatakan bahwa UE akan terus memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan untuk mengatasi situasi kemanusiaan yang memburuk di sana. Selain hak-hak perempuan, UE mau bekerja sama jika ada komitmen untuk mengurangi praktik korupsi serta menghargai kaum minoritas.


"Kerja sama dengan pemerintah Afghanistan di masa depan akan dikondisikan pada penyelesaian damai dan inklusif dan menghormati hak-hak dasar semua warga Afghanistan, termasuk perempuan, pemuda dan orang-orang yang termasuk minoritas," ujarnya. "Serta menghormati kewajiban internasional Afghanistan, komitmen untuk memerangi korupsi dan mencegah penggunaan wilayah Afghanistan oleh organisasi teroris."

Eropa juga meminta semua pihak untuk akses yang aman dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan. Tak hanya kepada kaum perempuan di Afghanistan namun juga laki-laki serta anak-anak, tak terkecuali para pengungsi internal.

Lebih jauh, Borell meminta agar Taliban mau menghormati kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional. "UE juga akan mendukung tetangga Afghanistan dalam mengatasi tumpahan negatif, yang diharapkan dari meningkatnya arus pengungsi dan migran," lanjut Borell.

Yang jelas, Eropa memiliki prioritas untuk mengevakuasi staf mereka yang masih ada di Afghanistan. "Kami harus menghubungi pihak berwenang di Kabul. Taliban telah memenangkan perang, jadi kami harus berbicara dengan mereka," sebut Borell.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait