Pasar Tiongkok Temukan Virus Corona di Permukaan Paket Durian Impor Thailand
pixabay.com/Ilustrasi/ignartonosbg
Dunia

Kendati demikian, pejabat mengatakan mereka tidak akan berhenti mengimpor produk dari pemasok Thailand karena COVID-19 terdeteksi di daerah setempat bukan di pos pemeriksaan.

WowKeren - Penularan virus corona memang diketahui terjadi dari orang ke orang melalui droplet. Droplet atau percikan ini keluar dari hidung dan mulut ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun berbicara.

Meski dapat bertahan di udara, namun droplet yang berisi virus juga bisa menempel di permukaan sesuatu. Baru-baru ini, sebuah pasar Tiongkok di Ganzhou, yang terletak di timur Tiongkok mengumumkan bahwa mereka mendeteksi virus COVID-19 pada permukaan paket durian.

Kantor Urusan Pertanian (OAA) di bawah Kedutaan Besar Thailand di Beijing mengatakan paket durian itu adalah barang impor dari Thailand. OAA mengatakan mereka menemukan virus di pasar Haudongcheng akhir pekan lalu.

Beruntung, semua orang yang terlibat dalam penanganan paket tersebut telah dinyatakan negatif COVID-19. Kendati demikian mereka tetap harus menjalani karantina.


Paket durian juga telah disimpan untuk alasan keamanan. Namun, tidak jelas diketahui keamanan siapa yang dilindungi, keamanan pelanggan atau keamanan buah. Buah-buahan lain dan "area terkait" di pasar juga telah disterilkan.

Adanya temuan kasus ini tak serta merta menghentikan aktivitas impor dari Negeri Gajah Putih. Kantor Urusan Pertanian mengatakan mereka telah membahas masalah ini dengan Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok.

Pejabat mengatakan mereka tidak akan berhenti mengimpor produk dari pemasok Thailand karena COVID-19 terdeteksi di daerah setempat dan bukan di pos pemeriksaan. Kabar terkait temuan paket durian yang terdapat virus corona ini kemudian dibagikan di media sosial.

Sementara itu belum lama ini pemerintah Thailand telah menyetujui pendanaan sebesar 9,3 miliar baht untuk 20 juta dosis vaksin Pfizer. Menurut laporan Bangkok Post, juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri mengatakan Departemen Pengendalian Penyakit berencana untuk mendapatkan total 100 juta dosis vaksin dari berbagai merek pada akhir tahun ini.

Setelah pemerintah memutuskan untuk bergabung dengan Covax, kabinet juga telah menyetujui proposal pengadaan 26 juta dosis vaksin. Sebelumnya, Thailand menolak bergabung ketika diberi kesempatan untuk melakukannya pada tahun 2020.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait