Mahathir Sebut Enggan Gantikan Muhyiddin Sebagai PM Namun Hanya Inginkan Ini
AFP/Vladimir Smirnov
Dunia

Tun Dr Mahathir Mohamad berkata hanya ingin memimpin Dewan Operasi Nasional (Mageran) yang dia usulkan. Ia hanya ingin terlibat dalam penanganan COVID-19.

WowKeren - Ketua Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang) Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri. Tak hanya itu, mantan perdana menteri dua kali ini pun mengatakan dia juga tidak menginginkan posisi kabinet apa pun.

Berbicara kepada Bernama TV, ia berkata hanya ingin memimpin Dewan Operasi Nasional (Mageran) yang dia usulkan. Ia hanya ingin terlibat dalam penanganan COVID-19.

"Saya tidak tertarik dengan Kabinet. Saya hanya ingin memiliki kekuatan untuk mengatasi masalah COVID-19," kata Muhyiddin. "Tidak. Bukan menjadi perdana menteri, hanya ingin menjadi ketua Mageran, atau Dewan Rehabilitasi Nasional."

Ketika diminta menjelaskan kekuasaan seperti apa yang ingin dia cari, Mahathir berkata ia hanya ingin pemerintah memberinya kekuatan. "Namun, apapun yang kami putuskan, pemerintah harus menerima mereka. Beri kami kekuatan. Hanya itu," tambahnya.


Dia mengatakan dia khawatir karena banyak yang meninggal akibat COVID-19 di Negeri Jiran. Sementara itu di lain sisi, kasus bunuh diri juga meningkat. "Pertanyaan menjadi perdana menteri tidak penting. Yang penting menangani masalah yang kita hadapi, yaitu pandemi COVID-19 ini," ujarnya.

Terkait sampai kapan ia ingin agar dewan yang ia usulkan beroperasi, ia tidak dapat memberikan waktu pasti. Pasalnya, COVID-19 merupakan pandemi yang terus berkembang. Sebelumnya, Mahathir sempat mengusulkan Mageran kepada Yang di-Pertuan Agong selama audiensi sebagai solusi potensial untuk masalah yang dihadapi Malaysia saat ini.

Dia terus mendorong Mageran, tetapi kemudian menyarankan agar dinamai Dewan Rehabilitasi Nasional untuk netralitas. Ia memastikan bahwa dewan tersebut akan apolitis, berada langsung di bawah Yang di-Pertuan Agong, dan berakhir setelah Malaysia mencapai kekebalan kelompok terhadap COVID-19.

Diketahui, Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Malaysia. Ia mengklaim telah gagal menyelamatkan pemerintahan Perikatan Nasional (PN) sebagai akibat dari adanya pihak-pihak yang haus akan kekuasaan. Muhyiddin mengatakan dia telah menempuh banyak cara untuk menyelamatkan koalisi. Namun apapun upaya yang dilakukannya pasti gagal.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait