Kasus Varian Delta Pada Anak Cetak Rekor, Timbul Kekhawatiran Saat AS Buka Sekolah Kembali
AFP/Patrick T. Fallon
Dunia

Kasus varian Delta di Amerika Serikat (AS) yang menyerang anak-anak mengalami lonjakan. Lonjakan kasus ini tentunya mengkhawatirkan, khususnya bagi orangtua mereka.

WowKeren - COVID-19 varian Delta telah menyerang banyak negara di dunia. Rekor gelombang varian Delta di Amerika Serikat (AS) juga menghantam anak-anak.

Pada Kamis (19/8), salah satu anak di AS diketahui terpapar COVID-19 varian Delta satu hari sebelum mulai kelas empat. Adapun anak itu bernama Francisco Rosales. Rosales saat ini tengah dirawat di Rumah sakit Dallas.

Rosales berjuang melawan COVID-19. Adapun yang dikeluhkan Rosales adalah sesak napas, dengan tingkat oksigen yang sangat rendah dan hasil yang tidak pasti.

Melihat kondisi Rosales terbaring lemah di ranjang rumah sakit, membuat sang ibunda, Yessica Gonzales khawatir. Menurutnya, Rosales merupakan anak yang periang serta ceria. Ia mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya telah divaksin COVID-19.


Varian Delta yang telah menyebar luas di AS itu menyebabkan banyak rumah sakit yang merawat anak-anak dengan kasus COVID-19. Bahkan angka kasus COVID-19 varian Delta terhadap anak-anak mencapai rekor. Selain itu juga merupakan angka tertinggi pada puncak lonjakan kasus COVID-19.

Lonjakan virus COVID-19 varian Delta ini menyebabkan gejolak dan pertikaian di antara orangtua, administrator, dan politisi di seluruh AS. Terutama di negara bagian seperti Florida dan Texas. Di mana dua wilayah itu melarang sekolah untuk anak-anak memakai masker.

Sementara itu, spesialis penyakit menular Universitas Vanderbilt, Dr. Buddy Creech mengatakan bahwa hingga saat ini vaksinasi bagi anak-anak di bawah 12 tahun belum tersedia. "Tingkat infeksi yang sangat tinggi di masyarakat benar-benar menyebabkan rumah sakit anak-anak kita merasakan tekanan," terang Creech.

Di sisi lain, Dr. Sonja Rasmussen selaku dokter anak dan ahli kesehatan masyarakat di University of Forida menyampaikan kekhawatirannya atas varian Delta yang telah menyerang anak-anak. "Saya sangat khawatir, sangat mengecewakan melihat angka-angka itu kembali lagi," ungkap Rasmussen.

Lebih lanjut, Dr. Francis Collins selaku Kepala Institut Kesehatan Nasional, juga menyebut bahwa kasus COVID-19 pada anak-anak yang mengalami lonjakan itu sangat mengkhawatirkan. Ia mencatat lebih dari 400 anak di AS telah meninggal akibat COVID-19 sejak pandemi dimulai.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait