Pacu Kegiatan Ekonomi, Filipina Longgarkan Lockdown Di Tengah Rekor COVID-19
pixabay/ilustrasi
Dunia

Dunia masih terus berjuang melawan pandemi COVID-19 yang telah menyerang selama ini. Berbagai macam upaya telah dilakukan dunia dalam menghadapi pandemi, seperti lockdown.

WowKeren - Filipina saat ini masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Bahkan saat ini, pemerintah juga tengah menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

Akan tetapi, kini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte melonggarkan pembatasan COVID-19 di wilayah ibu kota dimulai pada Sabtu (21/8) hari ini. Hal ini dilakukannya sebagai uji coba untuk memacu kegiatan ekonomi.

Namun keputusan Duterte itu justru memicu kekhawatiran masyarakat akan kembali tingginya kasus COVID-19. Sebab, pelonggaran lockdown dilakukan saat Filipina melaporkan jumlah kasus COVID-19 tertinggi atau rekor baru. Kekhawatiran juga muncul dari para tenaga kesehatan (nakes).

Pada Jumat (20/8) kemarin, Departemen Kesehatan Filipina mengkonfirmasi ada penambahan kasus baru sebanyak 17.231. Angka ini pun merupakan kasus harian tertinggi sejak awal pandemi COVID-19 masuk.

Sedangkan untuk angka kematian akibat COVID-19 mencapai 317 kasus baru. Angka ini juga merupakan kasus kematian per hari tertinggi dalam empat bulan terakhir.


Dengan begitu, kematian akibat COVID-19 mencapai lebih dari 1,8 persen total kasus. Angka ini menjadikan rata-rata Agustus mencapai 1,5 persen dibandingkan dengan Juli di angka 1,9 persen.

Sementara untuk total kasus COVID-19 di Filipina yakni 1,8 juta kasus, dan 31.198 kematian. Angka ini pun menjadikan Filipina sebagai salah satu negara tertinggi di Asia atas kasus COVID-19.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Filipina mendesak agar lebih banyak masyarakat melakukan tes COVID-19 dan mendapatkan vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan. "Konsultasi dan pengujian awal akan membantu mengurangi infeksi di rumah, komunitas, dan tempat kerja," bunyi pernyataan Kemenkes.

Lebih dari 26 persen sampel yang diambil dalam pengujian COVID-19, dinyatakan positif. Angka ini merupakan tertinggi dalam tingkat uji positif COVID-19.

Sedangkan untuk kasus aktif COVID-19 di Filipina sendiri mencapai 123.251 kasus. Angka ini merupakan rekor dalam empat bulan. Selanjutnya, rumah sakit penuh dengan 73 persen dari kapasitas perawatan intensif.

Lebih lanjut, untuk tempat isolasi sejauh ini telah terisi sebanyak 61 persen. Data tersebut merupakan catatan yang dari pemerintah Filipina. Maka dari itu, hingga saat pemerintah masih terus berupaya untuk bisa menekan penyebaran COVID-19.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait