Vaksin COVID-19 Lokal Medigen Mulai Diedarkan, Pimpinan Taiwan Jadi Penerima Pertama
Max Pixel
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen menjadi penerima pertama vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan farmasi lokal Taiwan, Medigen, pada Senin (23/8) waktu setempat.

WowKeren - Taiwan menjadi salah satu negara yang mengembangkan vaksin COVID-19 produk dalam negeri. Dan pada Senin (23/8) waktu setempat, program vaksinasi dengan memakai produk dalam negeri itu dimulai dan Presiden Tsai Ing-wen lah yang pertama kali menerimanya.

Vaksin yang dikembangkan oleh Medigen Vaccine Biologics Corp., itu resmi disuntikkan ke tubuh Presiden Tsai di sebuah rumah sakit di Taipei, Taiwan. Tsai berharap aksinya ini bisa menjadi bukti bahwa vaksin Medigen memang efektif dan aman, sehingga mendorong masyarakat luas untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

Taiwan sendiri menjadi salah satu negara yang kesulitan mendapat jatah vaksin COVID-19 dari luar negeri. Karena itulah Medigen sebagai salah satu perusahaan farmasi mengembangkan vaksin milik mereka sendiri untuk bisa melawan infeksi virus Corona.

Selama ini Taiwan berjuang mengendalikan wabah COVID-19 lewat berbagai pembatasan ketat. Seperti melarang total pembukaan restoran yang terus berlangsung hingga kini.


Namun ancaman penyebaran virus Corona varian Delta membuat pemerintah harus mengambil langkah lebih jauh. Bukan hanya menaikkan level pembatasan kegiatan, pemerintah Taiwan juga akan menggenjot laju vaksinasi yang tergolong lambat di sana.

Mengutip keterangan Kementerian Kesehatan dan Peternakan Taiwan, sekitar 40 persen populasi negara itu sudah menerima setidaknya suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada Jumat (20/8). Sedangkan sebanyak 600 ribu orang pun sudah mendaftar untuk bisa divaksin dengan produk Medigen yang pelaksanaannya dimulai hari ini.

Berbagai negara memang mengembangkan vaksin COVID-19 dalam negeri menyusul semakin sengitnya perebutan jatah vaksin di tingkat global. Apalagi karena belakangan timbul kekhawatiran bahwa wabah COVID-19 akan berubah menjadi endemi sehingga vaksin dalam negeri diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang.

Namun di tengah "krisis" ketersediaan vaksin, banyak negara yang memulai program penyuntikan dosis ketiga alias booster, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyampaikan rasa keberatannya atas praktik penyuntikan dosis ketiga ini karena masih banyak negara yang bahkan tak bisa mengakses vaksin dosis pertama.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait