Sebelumnya, mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez melakukan percobaan bunuh diri di dalam penjara usai menerima dakwaan atas keterlibatan dalam genosida. Dalam genosida itu, memakan puluhan korban.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 23 Agustus 2021 - 16:22 WIB
WowKeren - Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez didakwa oleh pengadilan terlibat dalam serangan genosida yang menyebabkan banyak pengunjuk rasa meninggal pada 2019 silam. Pada saat berada di penjara, ia melakukan percobaan bunuh diri.
Meski demikian, saat ini kondisi Anez diketahui telah kembali stabil. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat. "Kami dapat mengatakan tanpa ragu bahwa kesehatannya stabil," ungkap Juan Carlos Limpias selaku direktur penjara kepada wartawan, Minggu (22/8).
"Saat ini, dia bersama keluarganya di lembaga permasyarakatan," imbuhnya. "Keluarga akan menjadi faktor penting untuk membantu meningkatkan kondisi pikirannya."
Sementara itu, Carolina Ribera selaku putri dari Anez mengatakan bahwa percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh sang ibunda pada Sabtu (21/8). Menurutnya, Anez mengalami depresi berat karena penahanannya yang berkepanjangan.
Kemudian, pengacara Anez, Norma Cueller menerangkan kliennya itu melukai dirinya sendiri dengan memotong lengan bawahnya. "Ini adalah seruan minta tolong dari mantan presiden, dia merasa sangat dilecehkan," terangnya.
Sebagai informasi, Anez mulai ditahan pada pada awal tahun 2021 atas tuduhan berpartisipasi dalam kudeta untuk menggulingkan mantan Presiden Evo Morales pada 2019 lalu. Akan tetapi, Anez membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa ia merupakan korban penganiayaan politik.
Sementara itu, pada Jumat (20/8) lalu, Jaksa Agung Juan Lanchipa mendakwa Anez atas tuduhan genosida dua insiden pada November 2019. Dari serangan genosida itu, ada sekitar 22 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi.
Lanchipa mengatakan pihaknya telah menyerahkan dokumennya atas peristiwa genosida. "Sementara diklasifikasikan sebagai genosida, cedera serius dan ringan, dan cedera diikuti dengan kematian," bebernya.
Selain itu, Anez juga menghadapi tuduhan atas terorisme, hasutan, dan konspirasi. Oposisi Bolivia menyatakan menyesalkan atas dakwaan yang dijatuhkan kepada Anez, mereka pun meminta pemerintah untuk membebaskannya.
Di sisi lain, Keluarga Anez telah berulang kali meminta pemerintah untuk memindahkannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas hipertensi dan kondisi lainnya. Akan tetapi hal tersebut tidak dikabulkan.
(wk/tiar)