Ethiopia Buat Platform Media Sosial Sendiri, Mau Saingi Facebook Hingga WhatsApp?
pixabay.com/Ilustrasi/LoboStudioHamburg
Dunia

Direktur Jenderal INSA Shumete Gizaw mengatakan Facebook menghapus posting dan akun pengguna yang dianggap 'menyebarkan kenyataan sebenarnya tentang Ethiopia'.

WowKeren - Facebook dan Twitter menjadi contoh platform media sosial yang banyak memiliki jumlah pengguna. Banyak orang dari negara-negara di dunia memakai platform ini untuk melakukan update di dunia maya.

Namun, Ethiopia memiliki cara tersendiri untuk bermain dengan media sosial. Negara ini mulai mengembangkan media sosial yang baru di luar Facebook, Twitter dan WhatsApp. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh badan keamanan komunikasi negara.

Ethiopia telah mengalami konflik bersenjata sejak tahun lalu yang melibatkan pemerintah federal dengan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Pendukung kedua belah pihak telah melakukan perang kata-kata paralel di media sosial.

Pemerintah ingin agar platform yang tengah dikembangkan itu nantinya dapat menggantikan Facebook, Twitter, WhatsApp, dan Zoom. Direktur Jenderal Badan Keamanan Jaringan Informasi (INSA) Shumete Gizaw pada Senin (23/8) mengatakan bahwa Facebook menghapus posting dan akun pengguna yang dianggap "menyebarkan kenyataan sebenarnya tentang Ethiopia".

Pemerintah Ethiopia telah mendapat kritik dari kelompok hak asasi manusia internasional. Hal ini berkaitan dengan penutupan layanan media sosial yang tidak dapat dijelaskan termasuk Facebook dan WhatsApp pada tahun lalu.


Sedangkan pemerintah sendiri masih belum mengomentari penutupan ini. Sementara itu, Juru bicara Facebook Afrika, Kezia Anim-Addo, menolak mengomentari rencana Ethiopia yang satu ini.

Sebelumnya pada Juni lalu, beberapa hari sebelum pemilihan nasional, Facebook mengatakan telah menghapus jaringan akun palsu di Ethiopia. Jaringan ini dianggap menargetkan pengguna domestik yang terkait dengan individu yang terkait dengan INSA.

Shumete mengatakan kepada Reuters "Alasan di balik pengembangan teknologi dengan kapasitas lokal sudah jelas. Menurut Anda kenapa Tiongkok menggunakan WeChat?"

Ia menegaskan bahwa negaranya memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengembangkan platform sehingga tidak perlu mempekerjakan orang dari luar. Shumete sebelumnya juga menuduh Facebook memblokir pengguna yang "mengajarkan persatuan dan perdamaian nasional".

Diketahui, warga Tiongkok memiliki platform media sosial mereka sendiri seperti WeChat. Aplikasi pesan sosial ini dimiliki oleh Tencent Holdings yang berbasis di Tiongkok. WeChat dianggap sebagai alat yang kuat oleh otoritas Tiongkok untuk memantau populasinya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait