Kepala Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan Fu Hsueh-li mengatakan bahwa kucing-kucing itu diturunkan untuk mencegah kemungkinan mengimpor penyakit menular.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:14 WIB
WowKeren - Pemerintah Taiwan baru-baru ini menuai kecaman usai memusnahkan lebih dari 150 ekor kucing pada akhir pekan. Kucing-kucing itu diamankan di atas kapal nelayan, ketika kapal itu dicegat.
Kucing-kucing selundupan itu ditemukan di atas kapal penangkap ikan dari Tiongkok akhir pekan lalu yang dihentikan untuk pemeriksaan COVID-19. Ketika kucing-kucing yang dikurung itu ditemukan, mereka disita dan ke-154 kucing itu akhirnya diturunkan.
Taipei mengatakan keputusan dibuat untuk "menidurkan" hewan karena asal mereka tidak diketahui dan mereka menimbulkan risiko biosekuriti. Hukum Taiwan mensyaratkan izin, inspeksi, dan karantina hewan sebelum masuk. Jika persyaratan tidak terpenuhi, maka hewan akan dibunuh atau ditolak masuk.
Tak pelak langkah pemusnahan ratusan ekor kucing itu memicu kemarahan. Para pejabat memperkirakan bahwa kucing-kucing itu memiliki nilai sekitar 300.000 dolar AS.
Beberapa kelompok hak asasi hewan telah mengutuk langkah tersebut dan menyerukan amandemen yang menjamin perlakuan manusiawi terhadap hewan selundupan. Salah satu rekomendasi meminta hewan untuk diadopsi setelah pemeriksaan dan karantina.
Kepala Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan Fu Hsueh-li mengatakan kepada Taiwan News bahwa kucing-kucing itu diturunkan untuk mencegah kemungkinan mengimpor penyakit menular. Kucing-kucing itu terdiri dari beberapa jenis, termasuk Persia American Shorthair, Ragdoll, Russian Blue, dan British Shorthair.
Kelompok hak asasi hewan mendesak jaksa untuk menyelidiki dan mencatat bahwa kucing-kucing itu di-euthanasia pada hari Sabtu (21/8), yang mana hari ini bertepatan dengan Hari Hewan Tunawisma Internasional. Euthaniasia adalah tindakan mengakhiri hidup untuk mengakhiri penderitaan.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga turut mengungkapkan kesedihan terkait insiden itu. Ia yang memiliki dua kucing, mengatakan sedih dengan nasib kucing-kucing itu tetapi mengatakan para penyelundup bertanggung jawab.
Dia juga setuju bahwa harus ada amandemen yang menjamin perlakuan yang lebih manusiawi terhadap hewan.Sementara itu, tingkat kepemilikan hewan peliharaan di Taiwan sendiri juga cukup tinggi. Begitu juga dengan industri besar seputar perawatan hewan peliharaan.
(wk/zodi)