Thailand Bentuk Tim Khusus Basmi Hoaks COVID-19, Klaim Tak Akan 'Matikan' Kebebasan Berpendapat
pixabay.com/Ilustrasi/geralt
Dunia

Tim ini tidak memiliki kewenangan hukum untuk menindas siapa pun yang menyebarkan berita bohong atau memutarbalikkan informasi ke publik namun bertanggung jawab menangani berita palsu.

WowKeren - Pemerintah Thailand membentuk tim khusus untuk memerangi hoaks terkait pandemi COVID-19. Namun, tim ini telah dicurigai akan menjalankan peran sensor yang lebih luas.

Gagasan ini pun disangkal oleh tim tersebut. Tim membantah bahwa mereka menekan kebebasan berbicara dan perbedaan pendapat. Mereka mengklaim bahwa fokus mereka adalah menyebarkan informasi faktual tentang krisis kesehatan masyarakat COVID-19.

Tim baru ini tidak memiliki kewenangan hukum untuk menindas siapa pun yang menyebarkan berita bohong atau memutarbalikkan informasi ke publik. Mereka bertanggung jawab untuk menangani rumor dan berita palsu, tetapi tidak dengan menekannya.

Sebaliknya, mereka akan mengambil pendekatan untuk melawan informasi buruk dengan cara yang lebih ramah. Yang mereka lakukan adalah melaporkan informasi yang akurat kepada publik tentang COVID-19-19 dan penanganan pandemi oleh pemerintah.


Tim ini akan fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang literasi media. Dengan begitu, diharapkan masyarakat lebih kompeten dalam menafsirkan informasi yang mereka lihat di media sosial dan tempat lain.

Seri Wongmontha, salah satu editor eksekutif baru untuk tim, menggunakan bombardir berita tentang vaksin sebagai contohnya. Ia menjelaskan bahwa data COVID-19 terus berkembang, dan memahami informasi terbaru dapat membingungkan orang dan membuat mereka berpikir bahwa mereka sedang dibodohi.

Seri yang merupakan spesialis dari Komite Nasional Hubungan Masyarakat dan mengatakan bahwa komunikasi pemerintah harus ditingkatkan. Pasalnya, ada begitu banyak kebingungan di antara orang-orang Thailand tentang pandemi. Menurut Seri, harus ada pemisahan antara tim operasi yang menangani logistik dalam menangani krisis COVID-19 dan tim komunikasi terpisah yang menangani pengiriman pesan, menjawab pertanyaan, dan membantu orang memahami masalah dan prosedur yang dihadapi.

Adapun alasan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menunjuknya karena latar belakangnya di bidang pemasaran akan membantunya memasarkan informasi COVID-19 yang sebenarnya dan rencana pemerintah kepada publik dengan cara yang dapat mereka pahami. Dia mengatakan bahwa kita berada di masa yang tidak normal dan harus menggunakan komunikasi krisis daripada pola biasa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait