Sri Lanka Pakai Peti Mati Kardus untuk Kremasi Jenazah di Tengah Lonjakan COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi/stux
Dunia

Awalnya, peti mati dari kardus sebagian besar digunakan untuk korban COVID-19. Namun seiring berjalannya waktu menjadi lebih populer di kalangan yang peduli lingkungan.

WowKeren - Sri Lanka mencatat angka kematian yang melonjak akibat COVID-19. Di tengah peliknya situasi, sebagian warga memilih peti mati yang terbuat dari kardus untuk mengkremasi orang yang mereka cintai.

Sri Lanka mencatat angka kematian harian tertinggi 198 pada hari Jumat (20/8), dengan total kematian mencapai 7.560. Saat ini, rata-rata sekitar 400 orang meninggal per hari karena berbagai penyebab di Sri Lanka. Anggota dewan kota untuk Dehiwala-Mount Lavinia, Sahabandu, mengatakan jika salah satu penyebabnya adalah COVID-19.

Peti mati yang terbuat dari kertas daur ulang memang dipatok dengan harga yang jauh lebih murah, seperenam dari peti kayu termurah. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Sahabandu, yang juga merupakan pejabat pemerintah setempat yang pertama kali mengemukakan gagasan itu.

Ia mengatakan bahwa peti yang terbuat dari karton itu bisa menampun berat hingga 100 kg. Lebih jauh, ia juga mengutarakan alasan dirinya memunculkan gagasan ini. Peti mati yang pada umumnya terbuat dari kayu, dibuat dengan menebang pohon. Oleh sebab itu, ia ingin menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan.


"Untuk membuat 400 peti mati, Anda harus menebang sekitar 250 hingga 300 pohon," jelasnya. "Untuk mencegah kerusakan lingkungan itu saya mengajukan konsep ini ke komite kesehatan dewan."

Terlebih lagi harga peti kayu juga relatif lebih mahal. Terutama di tengah kondisi pandemi yang kina pelik ini. Setiap peti mati dipatok seharga sekitar 4.500 rupee Sri Lanka, dibandingkan dengan 30.000 rupee untuk peti kayu yang paling murah.

Awalnya, peti mati dari kardus ini sebagian besar digunakan untuk korban COVID-19. Namun seiring berjalannya waktu menjadi lebih populer di kalangan mereka yang peduli dengan lingkungan.

Ia mengatakan bahwa pada dasarnya gagasan itu mendapat dukungan di tengah masyarakat Sri Lanka. Namun yang menjadi masalah kali ini adalah bagaimana memasoknya. Sekitar 350 peti mati kardus telah dikirim sejak tahun 2020 dan saat ini pabrik sedang memproduksi 150 peti lagi yang dipesan oleh pihak dewan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait