Banyaknya penduduk yang belum divaksinasi, akan mempengaruhi laju penyebaran COVID-19. Sempat dinilai sebagai negara bagian dengan tingkat keselamatan tinggi, Hawaii kini mengalami lonjakan kasus COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 27 Agustus 2021 - 16:16 WIB
WowKeren - Masing-masing negara di dunia saat ini tengah berupaya keras untuk bisa menanggulangi wabah global COVID-19. Adapun salah satu strategi atau upaya dalam menangani pandemi adalah vaksinasi COVID-19.
Meski demikian, masih banyak penduduk asli Hawaii yang diketahui belum menerima vaksinasi COVID-19. Alhasil, kini Hawaii menghadapi lonjakan kasus COVID-19.
Hawaii saat ini dalam kondisi krisis COVID-19. Hal ini terlihat dari kondisi rumah sakit yang mencapai rekor jumlah pasien. Selain itu, kondisi krisis COVID-19 ini juga disebabkan oleh mandeknya vaksinasi, sehingga masyarakat Hawaii mengalami penderitaan yang tidak proporsional.
Sebelumnya, Hawaii sempat dipandang sebagai mercusuar keselamatan selama pandemi karena pembatasan perjalanan dan karantina yang ketat. Selain itu, vaksinasi COVID-19 juga secara keseluruhan yang menjadi alasan Hawaii sebagai salah satu negara bagian paling banyak diinokulasi.
Akan tetapi, semuanya menjadi memburuk ketika varian Delta mulai masuk dan menyebar di Hawaii. Adapun varian Delta masuk dan menyebar di saat masyarakat lengah dan tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan (prokes) saat berkumpul dengan keluarga.
Saat ini, dikarenakan terjadi lonjakan kasus COVID-19, Gubernur Hawaii meminta wisatawan untuk menjauh, dan membatasi perjalanan, serta para pemimpin kembali memberlakukan batasan ukuran pertemuan sosial. Sementara untuk menghadapi penduduk asli Hawaii yang enggan divaksin, pihaknya bekerja sama dengan kelompok bisnis dan organisasi nirlaba meluncurkan kampanye layanan publik pada Kamis (26/8).
Kampanye tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperingatkan penduduk asli Hawaii bahwa mereka hampir musnah oleh penyakit pada tahun 1.800-an. Pada saat itu, pemimpin kerajaan meminta rakyatnya untuk divaksinasi cacar.
Meski demikian, masyarakat tampaknya masih tidak percaya dengan vaksinasi COVID-19. "Saya tidak hanya takut pada jarum suntik, dan hanya menunda, menunda, tetapi saya tidak memiliki cukup informasi tentang vaksin dan ketidakpercayaan itu sangat nyata," terang salah seorang penduduk Hawaii, Perreira-Keawekane.
Meski demikian, Perreira-Keawekane akhirnya mau untuk divaksin. Akan tetapi, ia menegaskan bukan berarti pro vaksin atau anti vaksin. "Harus memilih satu atau yang lain adalah akar trauma bagi penduduk asli," imbuhnya.
(wk/tiar)