Jokowi Sampaikan Kabar COVID-19, Positivity Rate Sudah 2,64 Persen: Lebih Baik Dari Rata-Rata Dunia
Twitter/setkabgoid
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Jokowi menyampaikan kabar baik mengenai perkembangan COVID-19 di Indonesia. Hal ini tentunya membanggakan bagi Indonesia atas pencapaian dalam penanganan COVID-19.

WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini belum juga berakhir. Pemerintah sendiri telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menangani pandemi yang saat ini berada pada gelombang kedua.

Meski demikian, dalam kurun waktu belakangan ini, Indonesia berhasil menurunkan kasus COVID-19 yang cukup signifikan. Hal ini tentunya merupakan hal baik. Meski demikian, pemerintah selalu mengingatkan untuk tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

Presiden Joko Widodo membawa kabar baik terkait situasi COVID-19 Indonesia. Adapun kabar baik itu adalah mengenai bed occupation rate (BOR) RS COVID-19 yang sudah merosot tajam.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa saat ini, positivity rate COVID-19 di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang baik. Positivity rate COVID-19 Indonesia saat ini telah berhasil turun di bawah batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.


"Tingkat keterisian RS turun, BOR nasional di angka 13,8%, dan BOR Wisma Atlet yang dulu sempat 92% saat ini turun jadi 7%," papar Jokowi dalam sambutan di acara "UOB Economic Outlook 2022", Rabu (15/9). "Per 12 September 2021 positivity rate harian kita di 2,64%. Lebih baik dari dunia di angka 8,34%. Angka kesembuhan 94,03% di atas rata-rata dunia 89,59%."

Sebagai informasi, positivity rate sendiri merupakan perbandingan jumlah kasus dengan tes COVID-19. Semakin rendah, menandakan COVID-19 terkendali dengan baik.

Sementara mengenai vaksinasi COVID-19, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah hingga saat ini, masih terus berupaya untuk bisa semakin mempercepat pelaksanaannya. Dengan begitu, kekebalan komunal atau herd immunity bisa segera tercapai.

"Terkait vaksinasi kalau dihitung dari jumlah orang yang divaksin kita sudah capai 72,76 juta orang atau 34,94% (suntikan pertama). Kalau dilihat dosis yang sudah tersuntik di angka 42,2%," pungkas Jokowi. "Kita terus tingkatkan vaksinasi, kecepatan vaksinasi, tetapi kita harus waspada, disiplin prokes, pakai masker dulu."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts