Timnas Sepak Bola Wanita Afghanistan Kabur ke Pakistan Usai Taliban Berkuasa
AFP/Arif Ali
Dunia

Menurut Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry, para anggota timnas tersebut memasuki negaranya melalui perbatasan barat laut Torkham dengan membawa dokumen perjalanan yang sah.

WowKeren - Para anggota tim nasional (timnas) sepak bola wanita Afghanistan disebut melarikan diri ke Pakistan, sebulan setelah negaranya diambil alih oleh Taliban. Menurut Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry, para anggota timnas tersebut memasuki negaranya melalui perbatasan barat laut Torkham dengan membawa dokumen perjalanan yang sah.

"Kami menyambut tim sepak bola wanita Afghanistan, mereka tiba di perbatasan Torkham dari Afghanistan," tulis Chaudhry di akun Twitter resminya, Rabu (15/9). "Para pemain memiliki paspor Afghanistan yang valid, visa Pakistan dan diterima oleh Nouman Nadeem dari PFF (Federasi Sepak Bola Pakistan)."

Meski demikian, Chaudhry tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia juga tak mengungkapkan berapa banyak pemain timnas sepak bola wanita Afghanistan beserta anggota keluarga mereka yang diizinkan masuk ke Pakistan.

Diketahui, Taliban sempat melarang partisipasi wanita dalam aktivitas olahraga di era pemerintahan mereka sebelumnya pada tahun 1990-an lalu. Setelah kembali berkuasa di Afghanistan, Taliban mengindikasikan bahwa perempuan lagi-lagi akan dibatasi dalam aktivitas olahraga.


Sementara itu, surat kabar Pakistan The Dawn melaporkan bahwa para atlet wanita Afghanistan tersebut diberi visa kemanusiaan darurat usai Kabul diambilalih oleh Taliban. Menurut sumber kantor berita AFP, sekelompok pemain junior dan pelatih serta keluarga mereka sebenarnya telah mencoba melarikan diri dari Afghanistan bulan lalu. Sayangnya, serangan bom yang terjadi di Bandara Kabul beberapa waktu lalu membuat mereka gagal keluar dari negara tersebut.

"Saya menerima permintaan untuk penyelamatan mereka dari LSM lain yang berbasis di Inggris, jadi saya menulis surat kepada Perdana Menteri Imran Khan yang mengeluarkan izin bagi mereka untuk mendarat di Pakistan," papar Sardar Naveed Haider, duta pembangunan global LSM Football for Peace, yang berbasis di di London.

Menurut Haider, para atlet yang bermain untuk timnas U-14, U-16 dan U-18 melintasi perbatasan darat dengan mengenakan burqa. Sesampainya di Pakistan, mereka kemudian mengganti burqa tersebut dengan jilbab biasa.

Total ada lebih dari 75 orang yang melintasi perbatasan utara pada Selasa (14/9) kemarin. Mereka kemudian melakukan perjalanan ke selatan ke kota Lahore di mana mereka disambut dengan karangan bunga.

"Mereka akan bepergian dan tinggal di Lahore sampai mereka melangkah lebih jauh," jelas Wakil Presiden PFF Amir Dogar.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts