AS, Inggris, dan Australia Bangun Mitra Kerja Sama, Hadapi Tiongkok yang Kian Agresif?
pixabay.com/Ilustrasi/geralt
Dunia

AUKUS, nama kemitraan itu yang mewakili tiga negara, adalah tentang memajukan kepentingan strategis kelompok dan menegakkan tatanan berbasis aturan internasional.

WowKeren - Amerika Serikat telah mengumumkan kemitraan keamanan dengan Inggris dan Australia pada hari Rabu (15/9). Kemitraan itu merupakan upaya untuk melawan pengaruh Tiongkok yang kian agresif.

Kerja sama ini membuka jalan bagi Australia untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir dan bergabung dengan beberapa negara yang mengoperasikannya. Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih mengatakan bahwa kerja sama itu bertujuan untuk memastikan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

"Kami mengambil langkah bersejarah lainnya untuk memperdalam dan memformalkan kerja sama di antara ketiga negara," kata Biden. "Karena kami semua menyadari pentingnya memastikan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dalam jangka panjang."

Inggris diketahui telah meningkatkan keterlibatannya di kawasan itu melalui pengerahan kapal induk Ratu Elizabeth. Sementara itu di lain sisi, hubungan Australia dan Tiongkok semakin memburuk karena perselisihan perdagangan dan masalah lainnya.


Tentu saja, Tiongkok tak tinggal diam melihat langkah ketiga negara itu. Keberatan terhadap langkah tersebut, juru bicara di kedutaan di AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketiga negara "tidak boleh membangun blok eksklusif yang menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga."

Namun pejabat administrasi Biden bersikeras bahwa kemitraan itu tidak ditujukan untuk negara tertentu. AUKUS, nama kemitraan itu yang mewakili tiga negara, adalah tentang memajukan kepentingan strategis kelompok, menegakkan tatanan berbasis aturan internasional dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.

"Ini dimaksudkan untuk melengkapi kemitraan keamanan dan politik yang sedang berlangsung dan yang ada," kata pejabat tersebut. "Dan itu dimaksudkan untuk mengirim pesan kepastian dan tekad untuk mempertahankan sikap pencegahan yang kuat ke abad ke-21."

AS menyoroti pentingnya berbagi teknologi propulsi nuklir yang "sangat sensitif" dengan Australia. Inggris adalah satu-satunya negara lain yang mengetahui rahasia teknologi AS, dengan pengaturan yang dimulai pada tahun 1958.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menekankan dalam sambutannya bahwa negaranya tidak sedang berusaha untuk mendapatkan senjata nuklir apa pun. "Kami akan terus memenuhi semua kewajiban nonproliferasi nuklir kami," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts