AstraZeneca vs Pfizer, Mana yang Lebih Ampuh? Begini Hasil Studi di Inggris
Pixabay/torstensimon
Dunia
Vaksin COVID-19

Studi Kesehatan Masyarakat Inggris mengungkap tingkat efektivitas vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Pfizer dari kategori kemampuan mencegah keparahan gejala, masuk RS, serta kematian.

WowKeren - Vaksin diharapkan menjadi solusi untuk mengendalikan wabah COVID-19. Sedangkan saat ini dunia pun memiliki beragam jenis vaksin COVID-19 sesuai dengan metode pengembangannya.

Termasuk di antaranya AstraZeneca dan Pfizer. Namun sejatinya, mana yang lebih efektif menangkal COVID-19 di antara kedua jenis vaksin ini? Begini hasil studi Kesehatan Masyarakat Inggris yang dirilis pada Selasa (14/9) waktu setempat.

Namun sebelum melanjutkan, patut dipahami bahwa semua vaksin pada dasarnya efektif untuk melindungi diri dari paparan virus Corona sekaligus mencegah terjadinya gejala klinis yang lebih parah. Namun ternyata vaksin AstraZeneca menunjukkan penurunan nilai efektivitas lebih signifikan dibandingkan dengan vaksin Pfizer.

Studi mengungkap, 20 minggu setelah penyuntikan dosis pertama, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam mencegah gejala parah COVID-19, terutama akibat infeksi varian Delta, berkurang dari hampir 70 ke 50 persen. Sedangkan efektivitas Pfizer dalam melawan infeksi varian Delta memang berkurang cukup drastis dari 90 ke 70 persen dalam rentang 10 pekan.


Namun untuk indikator mencegah keparahan gejala COVID-19, efektivitas Pfizer masih di kisaran 95 persen bahkan 20 pekan setelah penyuntikan dosis pertama. Di sisi lain, vakisn AstraZeneca menunjukkan perlindungan yang baik dari kemungkinan pasien COVID-19 masuk rumah sakit, yakni di kisaran 80 persen setelah 20 pekan.

Vaksin Pfizer menunjukkan efektivitas mencegah kematian COVID-19 sampai 90 persen dalam rentang waktu 20 pekan. Sementara di kategori yang sama, vaksin AstraZeneca menunjukkan sedikit penurunan meski masih di kisaran 80 persen.

"Secara garis besar, hasil riset menunjukkan ada penurunan efektivitas vaksin terhadap keparahan gejala, baik di Pfizer dan AstraZeneca," demikian kutipan isi hasil penelitian tersebut, dikutip dari CGTN pada Kamis (16/9). "Umumnya penurunan terlihat 10 pekan setelah penyuntikan dosis kedua. Hal ini sangat terlihat pada penerima usia dewasa."

"Namun kemampuan melindungi dari kemungkinan masuk RS tetap tinggi, termasuk di antara mereka yang berisiko tinggi terhadap COVID-19," imbuhnya. "Efektivitas vaksin terhadap kemungkinan masuk RS dalam 15-20 pekan di kisaran 75-90 persen untuk vaksin AstraZeneca, sedangkan Pfizer lebih dari 90 persen."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts