Hampir Kembali Cetak Rekor, Korea Selatan Laporkan 2 Ribu Kasus Baru COVID-19
Unsplash/CDC
Dunia
Pandemi Virus Corona

Korea Selatan (Korsel) melaporkan mengalami penambahan kasus baru COVID-19 hingga 2 ribu kasus. Angka ini disebut hampir mencapai rekor baru yang ditorehkan pada bulan lalu.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang melanda negara di dunia, hingga saat ini belum juga berakhir. Bahkan ada sejumlah negara yang kembali mengalami lonjakan kasus atau penambahan kasus baru COVID-19.

Pada Jumat (17/9), Korea Selatan (Korsel) melaporkan kasus baru sebanyak 2.008 kasus. Angka ini disebut mendekati rekor yang telah ditetapkan pada bulan lalu. Lonjakan ini dikhawatirkan terus terjadi saat Korsel memasuki hari libur terbesar pada tahun 2021.

Selain itu, kenaikan kasus COVID-19 yang dilaporkan pada Jumat (17/9) hari ini, merupakan hari ke 73 berturut-turut dari lebih dari seribu kasus di tengah penerapan pembatasan ketat. Seperti yang diketahui, para pejabat negara menerapkan kebijakan untuk menekan angka kasus COVID-19, seperti penguncian wilayah atau lockdown di Ibu Kota Seoul.

Tidak hanya di Seoul, lockdown juga diterapkan di pusat populasi besar lainnya selama 10 minggu terakhir. Sementara itu, lebih dari 1.500 kasus baru berasal dari wilayah Seoul. Adapun jumlah penduduk di Seoul ada sekitar setengah dari populasi lebih dari 51 juta penduduk Korsel.


Melansir AP News, lonjakan itu terjadi usai sekolah kembali dibuka dan masyarakat Korsel merayakan libur musim panas dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, lonjakan juga dikhawatirkan terjadi kembali saat transmisi akan memperburuk liburan Chuseok, secara nasional, yang dimulai selama akhir pekan hingga Rabu (22/9) depan.

Sebagai informasi Chuseok merupakan semacam acara Thanksgiving versi Korsel. Dalam perayaan ini, biasanya orang-orang akan bepergian untuk menemui kerabatnya.

"Kami sekali lagi memohon agar orang-orang yang belum sepenuhnya divaksinasi COVID-19 untuk tidak mengunjungi orangtua mereka yang sudah lanjut usia (lansia) yang berusia 60 tahun atau lebih," terang Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Korsel, Lee Ki-il dalam sebuah pengarahan.

"Di wilayah ibu kota yang lebih besar, transmisi terus terjadi di gim dalam ruangan, sekolah menjejalkan, gereja, dan di mana pun ada banya orang di ruang terbatas," jelas Lee. "Penduduk daerah ibu kota harus selalu ingat bahwa mereka dapat terinfeksi di mana saja, kapan saja, dan sangat berhati-hati."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts