Berkat Kepopuleran Lisa BLACKPINK, Bakso Asal Thailand Ini Ludes
INSTAGRAM/lalalalisa_m
Selebriti

Lisa BLACKPINK berkata apa adanya tentang kegemarannya makan makanan bakso dengan saus khas Thailand yang dijual di kampung halamannya, karena kepopulerannya itulah membawa keuntungan bagi para pedagang di sana.

WowKeren - Selain meningkatkan finansial dalam kariernya sendiri, Lisa BLACKPINK (Black Pink) secara sukarela meningkatkan keuntungan untuk bisnis bakso di negara asalnya, Thailand. Ia melakukan itu bukan hanya semata ingin membantu pedagang bakso di daerah rumahnya, tetapi ia memiliki alasan tersendiri untuk melakukan itu.

Lisa lahir dan besar di provinsi Buriram, Thailand, yang namanya berarti kota kebahagiaan. Sayangnya, karena pandemi COVID-19, ia belum bisa pulang ke rumah selama hampir dua tahun. Namun, bukan berarti Lisa tidak memberi dampak pada kampung halaman tercintanya itu.

Beberapa waktu yang lalu, Lisa muncul di acara bincang-bincang Thailand "Woody Show" untuk berbicara tentang debut solo hitnya dengan judul lagu "LALISA". Ia juga membicarakan tentang negara asalnya serta memberitahu makanan Thailand mana yang diinginkan Lisa. "Aku mendengar dari seseorang bahwa kamu rindu makan bakso Yuen Kin," kata Woody pada Lisa.

Saat menyebutkan makanan favoritnya, Lisa tidak bisa berhenti berkata, "Mereka sangat populer. Orang-orang membeli dan memakannya langsung di stasiun kereta Buriram". Stasiun kereta api Buriram terkenal dengan pedagang kaki limanya yang berjajaran. Lisa melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan yang seperti itu di Korea Selatan karena saus lokal yang spesial.

"Yang membuatku rindu adalah saus yang hanya ditemukan di Buriram. Tempat itu sangat bagus. Anda tidak dapat menemukannya di tempat lain," tutur Lisa mengenangnya. Setelah Lisa menceritakan tentang bakso yang ia sukai itu, popularitasnya sebagai seorang selebriti pun berpengaruh.

Berkat Kepopuleran Lisa BLACKPINK, Bakso Asal Thailand Ini Ludes

Sumber: Koreaboo


Dilaporkan bahwa semua orang berbondong-bondong ke Buriram untuk mencicipi hidangan favoritnya. Dalam wawancara baru dengan vendor di daerah tersebut, Bangkok Post mengungkapkan kata-kata Lisa memiliki dampak besar pada penjualan bakso selama beberapa hari terakhir.

Saat itu, dua penjual bernama Arunsri Kamnerdklang dan Ratchanok Maneewan mengungkapkan bahwa sebelum Lisa tampil di "Woody Show", mereka hanya menjual bakso seharga beberapa ratus baht setiap hari. Menurut presiden Dewan Industri Pariwisata, meski berdiri di sekitar warung makan bakso adalah salah satu tradisi Buriram, industri lokal telah berjuang sejak pandemi COVID-19 membuat pelanggan takut makan di luar.

Sekarang, berkat Lisa, mereka kebanjiran pesanan langsung dan online dari provinsi lain. Pelanggan tetap Thanomwan Sinthurat mengatakan teman dan kenalannya di seluruh Thailand dari Bangkok hingga Chaiyaphum telah memintanya untuk mengirimi mereka bakso.

Presiden Dewan Industri Pariwisata mengungkapkan beberapa toko kini telah meningkat menjadi 2.000 pesanan sehari. Selain itu, penjualan untuk setiap vendor kini mencapai lebih dari 10 ribu baht atau sekitar Rp 4 juta. "Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan bisnis bahkan lebih baik daripada sebelum COVID-19," ungkap Bordin Ruengsuksriwong, presiden Dewan Industri Pariwisata yang berterima kasih kepada Lisa.

Pedagang bakso Arunsri dan Ratchanok selanjutnya menjelaskan bahwa sejak wawancara Lisa, semua penjual bakso di daerah tersebut juga mulai menawarkan saus sambal Thailand favorit Lisa. Berkat bisnis mereka yang berkembang, mereka bahkan berjanji untuk menyajikan bakso dan saus gratis untuk Lisa ketika ia pulang kampung.

Sementara itu, setelah mengetahui berapa banyak penjualan yang melonjak, Lisa memberitahu penggemar Thailand di Weverse untuk makan banyak bakso karenanya. Hal ini langsung disambut antusias oleh publik.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts