Jepang 'Panen' COVID-19 di Kalangan Anak-Anak, Ternyata Imbas Kebijakan Vaksin?
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pakar kesehatan menduga angka kasus COVID-19 di kalangan anak-anak Jepang meningkat tajam karena kebijakan vaksin yang diterapkan pemerintah. Mengapa demikian?

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Jepang terus berusaha untuk dikendalikan. Namun belakangan rasio anak-anak berusia di bawah 18 tahun yang terpapar COVID-19 semakin banyak, bahkan mencapai seperempat dari total kasus di tingkat nasional.

Institut Nasional Penyakit Menular Jepang (NIID) melaporkan bahwa lonjakan ini baru teramati mulai Agustus 2021, meski kenaikan yang konsisten terjadi sejak April. Peneliti NIID pun mencari tahu apa penyebabnya, dan kekinian terungkap karena kebijakan vaksin.

Pasalnya pemerintah Jepang belum mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk menerima vaksin. Kurangnya akses terhadap vaksin inilah yang membuat angka kasus positif di kalangan anak-anak terus meningkat.

"Kasus COVID-19 di antara anak-anak mungkin akan menyebar lebih jauh dalam beberapa bulan ke depan," kata Kepala Peneliti NIID, Takaji Wakita, Kamis (16/9). "Karena SD dan pendidikan usia dini akan kembali buka, sementara mereka belum boleh menerima vaksin."


Pada kesempatan itu, diungkap pula data perkembangan kasus COVID-19 berdasarkan rentang usia pada awal September 2021. Anak-anak tercatat menempati 20 persen kasus nasional, dengan kurang lebih mencapai 100 ribu kasus dalam sepekan.

Sedangkan pada saat yang bersamaan angka kasus COVID-19 di kalangan lansia berusia di atas 65 tahun berkurang tajam. Bahkan kini kelompok lansia hanya menyumbang 10 persen kasus nasional, sedangkan sebelumnya pernah mencapai seperempat dari total kasus yang ada.

Data Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa anak-anak ini kebanyakan terpapar COVID-19 di rumah. Sedangkan untuk anak-anak berusia lebih tua, mereka kebanyakan terinfeksi COVID-19 saat beraktivitas di sekolah meski berbagai pembatasan kegiatan tetap diberlakukan.

Kekinian Jepang pun menghadapi lonjakan klaster kasus COVID-19 di SD, di mana dalam sepekan saja ditemui 32 klaster baru. Angka ini merupakan yang terburuk sejak April, yang diperburuk pula karena semester baru sekolah kini dibuka kembali setelah libur musim panas.

Namun karena anak-anak belum mendapat vaksin, pakar kesehatan mendorong orang dewasa di sekitar untuk segera mengakses vaksinasi. Sebab dengan demikian lah anak-anak bisa terhindar dari bahaya paparan infeksi virus Corona.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts