Sekjen PBB Ingatkan Amerika Serikat Dan Tiongkok Soal Potensi Terjadinya Perang Dingin
Dunia

Sekjen PBB kembali memperingatkan kepada AS dan Tiongkok mengenai Perang Dingin. PBB meminta agar kedua negara tersebut bisa menghindari persoalan tersebut.

WowKeren - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengenai potensi terjadinya Perang Dingin baru. Maka dari itu, Kepala PBB meminta agar Tiongkok dan AS untuk memperbaiki hubungan mereka yang benar-benar tidak berfungsi sebelum masalah antara kedua negara besar itu meluas lebih jauh.

Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB mengatakan kepada The Associated Press bahwa pada akhir pekan ini, menjelang pertemuan tahunan para pemimpin di dunia PBB yang saat ini dilanda COVID-19, masalah iklim, dan perselisihan yang terjadi. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa dalam menghadapi sejumlah masalah itu, kedua negara besar itu harus bekerja sama dalam iklim dan bernegosiasi lebih kuat tentang perdagangan dan teknologi.

Terlebih mengenai isu tentang hak asasi manusia (HAM), ekonomi, keamanan online, dan kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan. "Sayangnya hari ini kami hanya memiliki konfrontasi," terang Guterres kepada AP, Sabtu (18/9).


"Kita perlu membangun kembali hubungan fungsional antara kedua kekuatan," jelas Guterres. "Penting untuk mengatasi masalah vaksinasi COVID-19, masalah perubahan iklim, dan banyak tantangan global lainnya yang tidak dapat diselesaikan tanpa hubungan konstruktif di dalam dunia internasional, masyarakat dan terutama negara adidaya."

Dua tahun lalu, Guterres menuturkan bahwa pihaknya telah memperingatkan para pemimpin global tentang risiko dunia terbelah menjadi dua, dengan AS dan Tiongkok menciptakan internet saingat, mata uang, perdagangan, aturan keuangan, dan strategi geopolitik dan militer zero-sum mereka sendiri.

Dalam wawancara bersama AP, Guterres kembali menyampaikan peringatan tersebut. Akan tetapi ia menambahkan bahwa dua strategi geopolitik dan militer yang bersaing akan menimbulkan bahaya dan memecah dunia. Maka dari itu, hubungan yang mulai merenggang dan memanas itu harus diperbaiki dan segera diakhiri.

"Kita harus menghindari Perang Dingin yang akan berbeda dari yang lalu, dan mungkin lebih sulit untuk dikelola," tandas Guterres. "Sekarang hari ini, semuanya lebih cair, bahkan pengalaman di masa lalu untuk mengelola krisis sudah tidak ada lagi."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts