AS Longgarkan Izin Masuk WNA Mulai November: Khusus Penerima Vaksin dan Terbukti Negatif COVID-19
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan baru di mana pelaku perjalanan internasional boleh masuk ke negaranya selama bisa menunjukkan bukti vaksin dan hasil negatif tes COVID-19.

WowKeren - Amerika Serikat selama ini menerapkan pembatasan ketat untuk masuknya warga asing di tengah pandemi COVID-19. Seperti sebelumnya AS melarang masuk warga yang sempat berkunjung ke Inggris, Uni Eropa, Tiongkok, India, Iran, Irlandia, Brasil, dan Afrika Selatan selama 14 hari sebelum kedatangan di negeri Paman Sam.

Dan kini pembatasan ketat itu siap diangkat oleh AS. Hal ini seperti disampaikan oleh Gedung Putih pada Senin (20/9) waktu setempat, di mana warga asing bisa masuk ke AS mulai November 2021 mendatang apabila bisa menunjukkan bukti vaksinasi serta hasil negatif tes COVID-19.

Lebih spesifik dijelaskan, bukti vaksinasi itu harus bisa ditunjukkan dan diterima oleh otoritas AS. Lalu hasil negatif tes COVID-19 harus dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

"Perjalanan internasional sangat penting untuk menghubungkan keluarga dan kerabat," ujar Koordinator COVID-19 Gedung Putih, Jeff Zients, seperti dilaporkan The New York Times. "Untuk menggerakkan bisnis besar dan kecil, maupun untuk mempromosikan pertukaran ide dan kebudayaan."


"Karena itulah, dengan ilmu pengetahuan serta kesehatan umum sebagai panduan kita," imbuh Zients, dikutip pada Selasa (21/9). "Kami telah mengembangkan sistem penerbangan internasional baru, yang memastikan keselamatan warga Amerika di dalam negeri sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan udara luar negeri."

Kebijakan yang sama juga diberlakukan untuk WN AS dari luar negeri yang hendak kembali, yakni tetap menunjukkan hasil negatif COVID-19. Sementara untuk WN AS yang belum divaksin harus menunjukkan hasil negatif COVID-19 maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan serta kembali dites saat hendak kembali.

Ditegaskan pula oleh Zients bahwa kebijakan baru ini berlaku dengan fokus utama pada pelaku perjalanan itu sendiri alih-alih negara tertentu. Sebab sebelumnya AS menetapkan larangan masuknya WNA dari beberapa negara secara spesifik yang kemudian memicu protes dari negara-negara terkait.

Di sisi lain, saat ini AS masih menjadi salah satu negara paling terdampak COVID-19 di dunia. Bahkan baru-baru ini total kumulatif kematian COVID-19 menurut data John Hopkins University sudah melampaui angka yang dicatatkan pandemi flu Spanyol 1918.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts