Para Pemimpin Dunia Kembali Berunding di PBB Bahas Agenda Luar Biasa Krisis Global
Dunia

Pertemuan yang merupakan pertama kalinya selama dua tahun terakhir ini akan membahas masalah terkait krisis yang meningkat, termasuk pandemi COVID-19 yang masih merajalela.

WowKeren - Para pemimpin dunia akan kembali ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa (21/9) untuk membahas agenda luar biasa. Pertemuan yang merupakan pertama kalinya selama dua tahun terakhir ini akan membahas masalah terkait krisis yang meningkat, termasuk pandemi COVID-19 yang masih merajalela dan bumi yang terus memanas.

Tak hanya itu, pertemuan ini juga akan membahas hubungan yang kian memanas antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Masalah besar lainnya yang akan diangkat dalam agenda pertemuan itu juga termasuk masa depan Afghanistan yang tidak menentu di bawah penguasa baru Taliban dan konflik yang sedang berlangsung di Yaman, Suriah, dan wilayah Tigray di Ethiopia.

Tahun lalu, tidak ada pemimpin yang datang ke PBB karena virus corona yang merajalela sehingga pandangan mereka terkait masalah dunia direkam secara online. Namun tahun ini, Majelis Umum menawarkan opsi untuk datang ke New York atau tetap online. Lebih dari 100 kepala negara dan pemerintahan memutuskan untuk hadir secara langsung di aula Majelis Umum.


Secara tradisi, negara pertama yang berbicara adalah Brasil, yang presidennya, Jair Bolsonaro, tidak divaksinasi. Dia mengatakan Kamis (17/9) lalu bahwa dia tidak berencana untuk mendapatkan suntikan dalam waktu dekat, membenarkan penolakannya dengan mengatakan dia menderita COVID-19 dan karena itu memiliki tingkat antibodi yang tinggi.

Tiga pembicara yang paling diawasi ketat pada Selasa pagi diperkirakan adalah Presiden AS Joe Biden, Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang secara mengejutkan akan menyampaikan pidato video, dan Presiden garis keras Iran yang baru-baru ini terpilih Ebrahim Raisi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres, yang membuka acara selama seminggu mengatakan tidak akan menahan diri dalam mengungkapkan keprihatinannya tentang keadaan dunia, sebagaimana disebutkan oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric. "Dan dia akan memberikan visi untuk menjembatani berbagai perpecahan yang menghalangi kemajuan," tambahnya.

Menjelang pembukaan Debat Umum tahunan Majelis Umum, Guterres mengeluarkan peringatan mengerikan bahwa dunia dapat terjerumus ke dalam Perang Dingin. Hal itu bisa dihindari jika AS dan Tiongkok mau membenahi hubungan mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts