Ratusan pengunjuk rasa telah turun ke jalanan Kota Melbourne sejak para pejabat memerintahkan penutupan lokasi pembangunan selama dua minggu dan mewajibkan vaksin COVID-19 bagi pekerja kontruksi pada awal pekan ini.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 23 September 2021 - 14:57 WIB
WowKeren - Melbourne yang merupakan kota terbesar kedua di Australia tengah digempur oleh pengunjuk rasa anti-lockdown di tengah meningkatnya angka kasus COVID-19. Ratusan pengunjuk rasa telah turun ke jalanan Kota Melbourne sejak para pejabat memerintahkan penutupan lokasi pembangunan selama dua minggu dan mewajibkan vaksin COVID-19 bagi pekerja kontruksi pada awal pekan ini.
Para pekerja konstruksi bergabung dengan kalangan anti-vaksin dan penyelenggara protes profesional untuk menggelar unjuk rasa pada Senin (20/9) dan Selasa (21/9). Ratusan orang ditangkap, beberapa juga mengalami cedera baik dari pihak pengunjuk rasa maupun polisi.
Pada Rabu (22/9) kemarin, polisi di Kota Melbourne bahkan telah menahan lebih dari 200 orang terkait protes anti-lockdown tersebut. Negara bagian Victoria tempat Kota Melbourne berada lantas mencatat rekor kasus COVID-19 harian pada Kamis (23/9), dengan 766 kasus baru dan empat kematian.
"(Aksi) Itu tidak menghormati orang-orang Australia yang telah membuat pengorbanan besar dan saya berharap setiap orang dan semua yang terlibat dalam perilaku tercela itu harus malu," ujar Perdana Menteri Scott Morrison kepada wartawan di Washington DC pada hari ini.
Sementara itu, seorang pria yang mengikuti aksi protes di Melbourne pada Rabu kemarin dilaporkan positif terpapar COVID-19. Pria tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan tetapi tidak sampai masuk ke ICU.
Sebagai informasi, Australia sedang memerangi gelombang infeksi ketiga dari wabah varian Delta di dua kota terbesarnya, Sydney dan Melbourne. Ibu Kota Australia, Canberra, memaksa hampir setengah dari 25 juta penduduk negara itu melakukan pembatasan ketat di rumah.
Para pejabat pun telah berjanji untuk melonggarkan aturan penguncian setelah 70 persen orang dewasa divaksinasi sepenuhnya, yang diharapkan bulan depan. Sekitar 55,5 persen orang berusia 16 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap di New South Wales dan sekitar 45 persen di Victoria.
Total infeksi Australia mencapai 90.000, dengan sekitar 60.000 kasus tercatat sejak pertengahan Juni ketika Varian Delta pertama terdeteksi di Sydney. Total kematian akibat COVID-19 di Australia masih di bawah 1.200 kasus, masih lebih rendah daripada di banyak negara lain yang sebanding.
(wk/Bert)