Korsel Ajak Hentikan Perang Korea di Sidang PBB, Korut: Prematur
AP
Dunia

Korea Utara menilai ajakan deklarasi penyetopan perang yang disuarakan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB tak bermakna apa-apa.

WowKeren - Di Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN), Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menyerukan desakan untuk menghentikan perang Korea. Bahkan Moon, dalam forum tersebut, mengaku siap membantu memfasilitasi pertemuan semua pihak terkait termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok.

Namun desakan Moon ini malah dimentahkan oleh Korea Utara pada Jumat (24/9) waktu setempat. Korut menilai ajakan Moon terlalu prematur dan tidak akan berarti apa-apa bila "kebijakan bermusuhan" dari AS tidak diubah.

Korut menilai ajakan Moon sia-sia belaka karena deklarasi mengakhiri perang tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Mereka juga menilai deklarasi damai semacam itu hanya akan menjadi "secarik kertas" tanpa makna ketika situasi kembali memanas.

"Tidak ada jaminan deklarasi (mengakhiri perang) akan mengarah kepada penarikan kebijakan memusuhi DPRK (Democratic People's Republic of Korea / Korut)," tutur Wakil Menteri Luar Negeri Korut untuk urusan AS, Ri Thae Song, kepada Korea Central News Agency. "(Terutama) di bawah situasi saat ini di semenanjung yang sedang rawan."


Desakan mendeklarasikan perdamaian di Semenanjung Korea ini disuarakan Presiden Moon di Forum PBB pada Selasa (21/9) waktu setempat. "Saya sekali lagi mendesak komunitas bangsa-bangsa untuk memobilisasi kekuatannya untuk deklarasi akhir perang di Semenanjung Korea," ajak Moon.

"Saya mengusulkan agar tiga pihak dari dua Korea dan AS, atau empat pihak dari dua Korea, AS, dan Tiongkok berkumpul," sambung Moon. "Dan menyatakan bahwa perang di Semenanjung Korea sudah berakhir."

Ajakan Moon ini pun kembali ia suarakan di beberapa kesempatan lain dalam lawatannya ke AS kemarin. Termasuk ketika Moon menghadiri upacara repatriasi untuk menghormati tentara-tentara yang meninggal dalam Perang Korea di Honolulu, Hawaii.

Moon, dalam pidatonya di Hawaii, menegaskan bahwa perdamaian mengakhiri perang akan bergema ke seluruh dunia. "Apa yang ingin dilihat para pahlawan kita di Semenanjung Korea adalah perdamaian yang lengkap. Deklarasi berakhirnya perang akan memberikan harapan dan keberanian baru bagi semua orang di seluruh dunia yang menginginkan perdamaian di luar Semenanjung Korea," tegas Moon, Kamis (23/9).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts