Pakistan Minta Dunia Bersikap Realistis Akui Pemerintahan Taliban
AP Photo/Mary Altaffer
Dunia

Lebih jauh, Pakistan mendesak Amerika Serikat, Dana Moneter Internasional dan negara-negara lain yang telah membekukan dana pemerintah Afghanistan untuk segera bertindak.

WowKeren - Pakistan mengusulkan agar negara-negara di dunia lebih realistis menyikapi Taliban yang kini telah berkuasa di Afghanistan setelah menggulingkan pemerintahan yang sah di negara itu. Pada Rabu (22/9) dalam, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi menguraikan gagasan agar dunia internasional mau mengarah ke pengakuan diplomatik terhadap Taliban.

"Jika mereka memenuhi harapan itu, mereka akan membuatnya lebih mudah bagi diri mereka sendiri," katanya kepada The Associated Press di sela pertemuan Majelis Umum PBB. "Mereka akan mendapatkan penerimaan, yang diperlukan untuk pengakuan."

Dia mengatakan Pakistan berada di barisan yang sama dengan dunia internasional dalam keinginan untuk melihat Afghanistan yang damai dan stabil tanpa ruang bagi elemen teroris untuk meningkatkan pijakan mereka, dan bagi Taliban untuk memastikan "bahwa tanah Afghanistan tidak pernah digunakan lagi untuk melawan negara mana pun."


Qureshi mengatakan bahwa harapan untuk kepemimpinan Taliban mencakup pemerintahan yang inklusif serta jaminan terhadap hak asasi manusia. Terutama bagi perempuan dan anak-anak perempuan. Hingga pada akhirnya, pemerintah Afghanistan tidak menutup kemungkinan termotivasi dengan menerima bantuan pembangunan, ekonomi dan rekonstruksi untuk membantu memulihkan diri dari perang yang berkecamuk selama puluhan tahun.

Lebih jauh, ia mendesak Amerika Serikat, Dana Moneter Internasional dan negara-negara lain yang telah membekukan dana pemerintah Afghanistan untuk segera mengeluarkan uang tersebut. Dengan begitu, uang tersebut dapat digunakan untuk mempromosikan keadaan normal di Afghanistan. Oleh sebab itu, dia berjanji bahwa Pakistan siap memainkan peran "konstruktif, positif" dalam membuka saluran komunikasi dengan Taliban.

Ini adalah kedua kalinya kelompok tersebut memerintah Afghanistan. Sebelumnya, mereka pernah berkuasa tahun 1996 hingga 200. Namun, kekuasaan mereka berakhir ketika digulingkan oleh koalisi pimpinan AS setelah serangan 9/11.

Ketika AS menarik militernya dari Afghanistan pada bulan Agustus, pemerintah negara itu runtuh dan generasi baru Taliban bangkit. Sejak itu, banyak negara kecewa bahwa pemerintah sementara Taliban rupanya tidak inklusif sebagaimana yang dijanjikan juru bicaranya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts