Jelang Pernikahan, Putri Mako Tolak Uang 'Hadiah' Rp19,4 Miliar dari Pemerintah
Dunia

Putri Mako dan Kei Komuro akan mendaftarkan pernikahan mereka bulan depan. Kekinian beredar kabar Putri Mako akan menolak uang 'hadiah' pernikahan senilai JPY150 juta dari pemerintah.

WowKeren - Hari bahagia Putri Mako (29) dengan sang kekasih yang dari kalangan rakyat biasa, Kei Komuro (29), tinggal menghitung hari. Pemberitaan pun terus mengiringi keduanya, termasuk soal keputusan Putri Mako menolak pemberian uang "hadiah" pernikahan sampai senilai JPY150 juta (setara Rp19,4 miliar) dari pemerintah.

Untuk informasi, uang ini memang biasanya diberikan kepada anggota perempuan Kekaisaran Jepang yang hendak meninggalkan rumah tangga kerajaan. Dan rupanya sang keponakan Kaisar Naruhito memilih menolak uang yang berhak diterimanya tersebut, demikian disampaikan oleh sumber yang familiar dengan topik ini, dikutip dari Kyodo News pada Sabtu (25/9).

Dan dikabarkan pula pemerintah akan menyetujui keinginan Putri Mako terkait penolakan uang hadiah pernikahan tersebut. Jika pemerintah benar mengabulkan permintaan Putri Mako, maka ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah setelah perang di Jepang.


Di sisi lain, pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro juga masih menjadi sorotan karena perselisihan soal uang senilai lebih dari JPY4 juta (setara Rp516 juta). Perselisihan ini melibatkan ibu Komuro dengan mantan tunangannya dan disebut-sebut sebagai biaya hidup termasuk untuk membiayai pendidikan kekasih Putri Mako.

Perselisihan soal uang ini pula yang membuat pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro tertunda hingga tiga tahun lamanya. Meski kasus perselisihan ini masih bergulir, nyatanya Kei Komuro dan Putri Mako siap untuk mendaftarkan pernikahan mereka pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Kei Komuro sendiri dilaporkan akan tiba di Jepang pada pekan depan. Kepulangannya ini merupakan yang pertama kali sejak Kei Komuro menjalani pendidikan di Sekolah Hukum Fordham University di New York, Amerika Serikat, pada 2018 lalu. Kei Komuro sendiri dinyatakan sudah lulus dari sekolah tersebut pada tahun 2021.

Di bawah konstitusi yang berlaku, anggota perempuan dari Kekaisaran Jepang akan kehilangan statusnya bila menikahi rakyat biasa. Sedianya setelah menikah Putri Mako dan Kei Komuro akan menjalani kehidupan baru di Amerika Serikat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts