Listrik Lebanon Terancam Mati Total Akhir September, Presiden Michel Aoun Minta Bantuan ke PBB
Dunia

Lebanon mengalami krisis energi parah, yang bahkan mengancam negara kehilangan daya listrik total pada akhir bulan ini. Krisis ini dikaitkan dengan ledakan Pelabuhan Beirut hingga perang Suriah.

WowKeren - Masalah krisis energi menjadi isu yang diangkat Presiden Lebanon Michel Aoun dalam pidatonya di Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN). Aoun juga turut menyinggung ledakan besar di Pelabuhan Beirut yang merenggut nyawa 200 orang lebih pada 4 Agustus 2020.

Aoun menyampaikan pidatonya melalui sebuah pesan video yang sudah direkam sebelumnya. Dalam sesi tersebut, Aoun buka-bukaan mengenai tantangan besar yang dialami pemerintahannya dan mengaku memerlukan bantuan dana dari dunia.

Aoun menyebut perekonomian Lebanon sudah hampir hancur akibat korupsi yang terjadi. Situasi diperburuk dengan ledakan di Pelabuhan Beirut yang merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar untuk negara mereka. Dan situasi itu membawa Lebanon ke krisis tak berkesudahan, bahkan dilaporkan akan kehilangan daya listrik sepenuhnya pada akhir September 2021.

"Satu tahun berlalu (sejak ledakan Pelabuhan Beirut) dan lampu (listrik) di Ibu Kota kami yang malang terancam mati," ujar Aoun, dikutip dari UPI News pada Sabtu (25/9). "Satu-satunya harapan kami adalah agar jantung Beirut berdetak lagi, agar pelabuhan itu menjadi seperti dulu, pelabuhan untuk perdagangan."

Aoun menyebut rekonstruksi dan rehabilitasi Pelabuhan Beirut terus menjadi prioritas pemerintahannya. Namun saat ini negara juga dihadapkan dengan ribuan keluarga korban dan mereka yang terdampak ledakan Pelabuhan Beirut yang menuntut keadilan.


"Keluarga para korban tidak akan berhenti sampai keadilan tercapai. Pengadilan Lebanon saat ini sedang mencari penyebab di balik ledakan, juga telah mengeluarkan dakwaan dan melakukan penangkapan," tutur Aoun.

Aoun juga menerangkan pihaknya telah menerjunkan tim penyelidik khusus untuk menemukan asal bahan peledak berikut cara mereka bisa masuk serta berakhir di Pelabuhan Beirut. Namun ledakan Pelabuhan Beirut bukan satu-satunya penyebab krisis Lebanon, menurut Aoun.

Aoun mengaitkan krisis yang dialami negaranya dengan perang sipil tak berkesudahan di Suriah. Pasalnya karena perang tersebut, Lebanon harus menerima hingga 1,5 juta pengungsi, yang menurut Aoun turut "menghancurkan" negaranya.

"Blokade di Suriah mengisolasi Lebanon, dan konflik di sana memicu terorisme di negara kami," kata Aoun. Karena itulah, Aoun mengajak dunia untuk bersatu-padu turut menyelesaikan masalah di Suriah agar membantu mengatasi krisis Lebanon juga.

"Saya telah mengangkat masalah ini dalam segala bentuk, terutama di sini di PBB," pungkasnya. "Saya telah mendesak masyarakat internasional untuk membantu kembalinya warga Suriah dengan aman, tetapi seruan saya tidak didengarkan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts