India-Pakistan Bentrok Dalam Sidang Majelis Umum PBB, Soal Apa?
Instagram/unitednations
Dunia

Beberapa waktu lalu, dilaksanakan Sidang Majelis Umum PBB. Sidang tersebut diketahui dihadiri oleh sejumlah negara, termasuk di antaranya adalah India dan Pakistan.

WowKeren - India-Pakistan dilaporkan terlibat dalam bentrok saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini bermula saat Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menuduh India itu "memerintah teror" terhadap Muslim. Hal ini lantas membuat Pakistan mendapat teguran keras.

Seperti yang diketahui, Pakistan memang sering mengecam India di badan dunia. Dalam pidato Khan di Sidang Majelis Umum PBB itu juga menuduh PM India Narendra Modi berencana untuk "membersihkan India dari Muslim". Khan diketahui tidak menghadiri sidang secara langsung, melainkan melalui video sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Selain itu, Khan juga membahas mengenai isu lainnya seperti perubahan iklim, Islamofobia global, dan "penjarahan negara berkembang oleh elit korup mereka." Meski demikian, Khan tetap saja "menyerang" India dengan menyebut bahwa pemerintahan nasionalis Hindu Modi sebagai "fasis".

"Bentuk Islamofobia terburuk dan paling luas sekarang menguasai India," ujar Khan dalam pidatonya. "Ideologi Hindutva yang dipenuhi kebencian, yang disebarkan oleh rezim RSS-BJP fasis, telah menimbulkan ketakutan dan kekerasan terhadap 200 juta komunitas Muslim India."


Lebih lanjut, mengacu pada Partai Bharatiya Janata Modi dan Rashtriya Swayamsevak Sangh yang berafiliasi, kata Khan, merupakan sebuah gerakan revivalis Hindu berusia seabad dengan komponen paramiliter. Melansir Al Jazeera, di bawah kepemimpinan Modi, India telah mencabut otonomi Kashmir, yang merupakan satu-satunya wilayah mayoritas Muslim.

Modi mencabut otonomi Kashmir itu melalui Undang-Undang Kewarganegaraan yang oleh para kritikus disebut sebagai langkah diskriminatif dan telah menyaksikan berulangnya gejolak kekerasan berbasis agama. Khan pun menuding Modi saat mengunjungi Gedung Putih itu sebagai kepentingan komersial dengan miliaran lebih India memungkinkannya untuk "melepaskan diri dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan impunitas penuh."

Sementara itu, India selama ini diketahui jarang memberikan respons atas "serangan" dari Pakistan di badan dunia. Meski begitu, seorang diplomat muda India mengunakan hak untuk menanggapi Khan.

Diplomat muda itu adalah Sneha Dubey selaku Sekretaris Pertama di Misi PBB India menuding bahwa Pakistan melindungi dan memuliakan dalang al-Qaeda Osama bin Laden yang dibunuh oleh pasukan khusus AS dalam serangan 2011 di kota tentara Abbottabad.

"Ini adalah negara yang merupakan pembakar yang menyamar sebagai baku tembak," beber Dubey. "Pakistan memelihara teroris di halaman belakang mereka dengan harapan bahwa mereka hanya akan membahayakan tetangga mereka."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts