Singapura: Jika Ada Masalah Antara AS dan Tiongkok, Semua Akan Sangat Terdampak
Dunia

Kendati demikian, Singapura percaya bahwa perdagangan, investasi, dan standar umum adalah kunci untuk membangun perdamaian dan kemakmuran untuk jangka panjang.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada hari Minggu (26/9) berbicara mengenai hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Berbicara di depan media setelah menyampaikan pernyataan nasional Singapura pada sesi ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, menteri itu mencatat bahwa kedua negara memberikan pidato yang sangat hati-hati.

Joe Biden misalnya. Presiden AS mengatakan semua kekuatan besar dunia memiliki kewajiban untuk mengelola hubungan mereka sehingga tidak beralih dari persaingan yang bertanggung jawab ke konflik. Di sisi lain, Xi Jinping mengatakan bahwa keberhasilan satu negara tidak harus berarti kegagalan bagi negara lain.

Vivian menunjukkan bahwa dunia masih dalam "tahap awal penyeimbangan kembali strategis ini" dan penyesuaian kembali hubungan. Ia mengatakan bahwa segala sesuatunya tidak tentu akan berjalan mulus sesuai yang sebagaimana diharapkan.

"Anda tidak dapat berasumsi bahwa segala sesuatunya akan selalu berjalan mulus dan tidak ada yang salah," ujarnya. "Atau Anda benar-benar dapat berakhir dengan perang dingin de facto atau bahkan terkadang menjadi hotspot."


Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hubungan antara dua kekuatan besar ini merupakan masalah yang disadari dan menjadi perhatian semua negara. Tak terkecuali Singapura dan negara-negara kecil lainnya. Jika terjadi suatu masalah yang melibatkan dua kekuatan besar ini maka semuanya akan ikut terpengaruh.

"Jika ada masalah nyata antara dua negara adidaya, kita semua akan sangat terpengaruh," katanya, seraya menambahkan bahwa Singapura telah menegaskan kembali kepercayaannya pada multilateralisme dan tatanan dunia berbasis aturan.

Kendati demikian, ia percaya bahwa perdagangan, investasi, dan standar umum adalah kunci untuk membangun perdamaian dan kemakmuran untuk jangka panjang. "Kami berharap bahwa bahkan ketika negara-negara adidaya merasakan jalan mereka satu sama lain, mereka masih akan menganut model multilateralisme ini," tambahnya.

Vivian menambahkan bahwa penting bagi para pemimpin dunia untuk berkumpul, melakukan percakapan tatap muka baik secara pribadi maupun di depan umum, untuk membangun kepercayaan. "Semakin kita terbiasa memecahkan masalah secara kolektif, alih-alih menyebabkan masalah, semakin baik bagi kita semua," paparnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts