Mitsubishi Bangun PLTA di Laos Pasok Listrik ke Vietnam, Terbesar di Asia Tenggara
AFP/Kazuhiro Nogi
Dunia

Pembangunan proyek itu rencananya akan dilakukan mulai tahun depan, sedangkan kapan PLTA tersebut mulai bisa beroperasi, diperkirakan baru pada tahun 2025.

WowKeren - Rumah dagang Jepang Mitsubishi Corp telah berinvestasi dalam proyek pembangkit listrik tenaga angin dalam skala besar di Asia Tenggara. PLTA itu akan dibangun di Laos untuk menyalurkan listrik ke Vietnam.

Yang mana, PLTA itu akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dalam siaran pers baru-baru ini, Mitsubishi mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga angin 600 megawatt di provinsi Sekong dan Attapeu di Laos selatan, yang pertama untuk negara itu, akan dikembangkan oleh Impact Energy Asia Development Ltd, atau IEAD, yang berbasis di Hong Kong.

Pembangunan rencananya akan dilakukan mulai tahun depan, sedangkan kapan PLTA tersebut mulai bisa beroperasi, diperkirakan pada tahun 2025. Proyek ladang angin darat, juga digambarkan sebagai "pertukaran listrik lintas batas pertama dari pembangkit tenaga angin" di wilayah tersebut.

Proyek pembangunan itu juga dilakukan untuk memerangi perubahan iklim sambil mendukung kegiatan ekonomi. Seperti diketahui, Vietnam membutuhkan pasokan listrik tambahan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara itu.


Hal itu diperlukan terutama selama musim kemarau. Sebab biasanya saat musim kemarau, pembangkit listrik tenaga angin yang diharapkan beroperasi pada tingkat yang tinggi menjadi lebih terbatas. Begitu juga dengan ketersediaan pembangkit listrik tenaga air yang menjadi salah satu sumber daya utama negara, menurut Mitsubishi.

Namun, Mitsubishi belum mengungkapkan berapa besaran modal yang akan ditanamkan dalam proyek tersebut. Yang jelas, konglomerat yang berbasis di Tokyo itu mengatakan anak perusahaannya yang berbasis di Hong Kong memegang saham sekitar 24 persen dalam proyek tersebut.

Sisanya dipegang oleh BCPG Public Company Ltd. dan Earth Power Investment Ltd.. Keduanya merupakan anak perusahaan dari perusahaan Thailand. Sementara itu, Mitsubishi sendiri telah menetapkan tujuan untuk mencapai netralitas karbon dalam bisnis utilitasnya pada tahun 2050.

"Kami akan terus berkontribusi untuk mewujudkan masyarakat terdekarbonisasi," kata Mitsubishi. "Dengan berupaya mencapai pasokan listrik yang stabil di Vietnam dan mengatasi tantangan lingkungan untuk masyarakat yang stabil."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts