Jepang Siap Cabut Status Darurat COVID-19 Akhir September, Bukti Vaksin Bakal Jadi 'Surat Sakti'
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jepang dilaporkan akan mencabut status darurat COVID-19 per akhir September 2021. Bila jadi dicabut, Jepang akan mengujicoba kewajiban menunjukkan bukti vaksin untuk agenda-agenda besar.

WowKeren - Jepang sampai sekarang masih menerapkan status darurat menyusul lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa waktu belakangan. Bahkan status ini diterapkan sepanjang pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Namun belakangan beredar informasi Jepang akan mencabut status darurat ini pada akhir September 2021. Total ada 19 perfektur termasuk Tokyo yang akan meninggalkan status darurat COVID-19, sebagaimana isunya sempat disuarakan pula oleh Perdana Menteri Yoshihide Suga.

"Situasi saat ini jelas-jelas sudah lebih baik," tutur Suga yang sedang berada di Amerika Serikat dalam rangka pertemuan para pemimpin bersama India dan Australia. Meski demikian Suga memastikan bahwa pencabutan status darurat COVID-19 baru akan dilakukan setelah mendengar pendapat para ahli, meski saat ini kasus positif COVID-19 harian sudah turun drastis dari puncak 25 ribu ke angka tiga ribuan.

Keputusan ini sedianya akan disampaikan pada hari Selasa (28/9). Suga juga memastikan pelonggaran yang diberlakukan nanti bersifat bertahap demi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.


Salah satu upaya lain yang dilakukan untuk mengendalikan kasus COVID-19 setelah pencabutan status darurat adalah dengan menggunakan bukti vaksin. Salah satu menteri Jepang menyebut bukti vaksinasi COVID-19 wajib ditunjukkan untuk mereka yang hendak menonton pertandingan baseball profesional dan sepakbola.

Percobaan kewajiban menunjukkan bukti vaksin ini akan dimulai pada Oktober 2021, ketika kasus COVID-19 memang mulai tampak berkurang. Pernyataan ini disampaikan oleh petinggi federasi baseball dan sepakbola Jepang bersama Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab terhadap respons COVID-19 negara.

"Kami akan melakukan penyesuaian lebih jauh dan melaksanakan percobaan (kewajiban bukti vaksin ini) di waktu yang tepat," tegas Nishimura, dikutip pada Senin (27/9). Sebab memang dengan pencabutan status darurat COVID-19, maka stadion diperkenankan menampung lebih banyak penonton pertandingan olahraga dengan syarat sudah divaksin atau menunjukkan tanda negatif COVID-19.

Di bawah status darurat atau darurat sebagian COVID-19, stadion hanya boleh dibuka untuk maksimal lima ribu penonton. Namun apabila dilakukan pelonggaran, pertandingan bisa ditonton oleh hingga 10 ribu orang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts