Joe Biden Disuntik Vaksin Dosis Ketiga Usai Pfizer Dapat Izin Penggunaan ke Lansia
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 untuk dosis ketiga masih menuai pro-kontra lantaran masih ada negara lain di dunia yang bahkan belum menerima suntikan dosis pertama.

WowKeren - Otoritas Kesehatan Amerika Serikat telah memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer Inc. dosis ketiga untuk orang yang lebih tua dan berisiko lebih tinggi pada minggu lalu. Menindaklanjuti hal ini, pada Senin (27/9) Presiden AS Joe Biden telah menerima suntikan vaksin COVID-19 untuk dosis ketiga.

Biden, yang berusia 78 tahun, menegaskan bahwa dosis booster itu penting. Namun yang jelas, hal terpenting yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana mendorong orang-orang agar mau divaksin.

"Penguat itu penting," ujarnya, "Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah membuat lebih banyak orang divaksinasi."

Sebelumnya, pada hari Jumat pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mengeluarkan rekomendasi yang menyebut bahwa orang berusia 65 tahun ke atas serta penghuni perawatan jangka panjang harus menerima suntikan vaksin COVID-19 Pfizer. Itu dilakukan setidaknya 6 bulan setelah mendapatkan dosis kedua mereka.


Orang berusia 50-64 tahun dengan kondisi medis yang mendasarinya seperti kanker atau diabetes juga harus mengambil suntikan tambahan. CDC juga menambahkan bahwa mereka yang berusia 18-49 tahun dengan kondisi seperti itu dapat menerima suntikan penguat "berdasarkan manfaat dan risiko masing-masing".

Suntikan booster juga bisa diberikan pada orang berusia di atas 18 tahun yang diharuskan berada di lingkungan berisiko tinggi. Beberapa di antaranya termasuk petugas kesehatan, guru, dan toko.

Suntikan booster dinilai akan mampu memberikan perlindungan terhadap varian Delta yang sangat menular. Terutama bagi mereka yang berisiko tinggi atau memiliki komplikasi penyakit parah. "Dengan dominasi varian Delta sebagai strain yang beredar dan kasus COVID-19 meningkat secara signifikan di seluruh Amerika Serikat, suntikan booster akan membantu memperkuat perlindungan terhadap penyakit parah," kata CDC. "

Sementara itu, pemberian vaksin COVID-19 untuk dosis ketiga masih menuai pro dan kontra. Pasalnya, ketika segelintir negara kaya tengah bersiap untuk memberikan suntikan dosis ketiga warganya, masih banyak negara di belahan dunia yang lainnya yang bahkan belum mendapatkan suntikan pertama.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts