Sebagai informasi, Gunung berapi La Cumbre Vieja meletus pada 19 September 2021 lalu dan memuntahkan sungai-sungai lahar yang perlahan-lahan merayap menuju laut.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 September 2021 - 16:10 WIB
WowKeren - Lava merah panas mencapai Samudra Atlantik sembilan hari pasca gunung berapi di pulau La Palma, Spanyol erupsi. Aliran lava dari puncak gunung tersebut sebelumnya telah menghancurkan bangunan dan tanaman yang ada di jalurnya.
Hal ini lantas menimbulkan ketakutan akan gas beracun yang dilepaskan saat lava menyentuh air laut. Adapun pemerintah daerah kepulauan Spanyol telah menyatakan zona eksklusi dua mil laut di sekitar tempat lahar diperkirakan memasuki laut, dan meminta penduduk terdekat untuk tinggal di rumah.
Sebagai informasi, Gunung berapi La Cumbre Vieja meletus pada 19 September 2021 lalu dan memuntahkan sungai-sungai lahar yang perlahan-lahan merayap menuju laut. Pada Senin (27/9), penduduk dari beberapa daerah Tazacorte yang berada di dekat pantai telah diberitahu untuk tinggal di rumah untuk menghindari bahaya dari pelepasan gas beracun yang dapat terjadi karena reaksi antara lava cair dan air.
Pada Selasa (28/9) siang, aliran lahar yang bergerak lambat sempat berhenti di satu titik sekitar 800 meter dari pantai. Hal ini membuat lava tak dapat diprediksi kapan akan mencapai lautan.
Namun Institut Vulkanik Kepulauan Canary (Involcan) mengumumkan pada Selasa malam bahwa aliran lava telah mencapai laut. "Aliran lava telah mencapai laut di Playa Nueva," cuit pihak Involcan di Twitter.
Menurut sejumlah ahli, masuknya lava ke dalam air laut akan mengirimkan awan gas beracun ke udara, menyebabkan ledakan dan fragmentasi batuan cair seperti tembakan. Gas tersebut dapat menimbukan gangguan pernapasan jika terhirup.
"Menghirup atau kontak dengan gas dan cairan asam dapat mengiritasi kulit, mata dan saluran pernapasan, dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, terutama pada orang dengan penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya," tegas pihak Involcan.
Di sisi lain, pemerintah setempat telah menetapkan status bencana alam di pulau tersebut. Sejauh ini, lahar diperkirakan telah menghanguskan lebih dari 258 hektar tanah dan menghancurkan 589 properti.
Pemerintah juga telah mengucurkan dana bantuan senilai 10,5 juta euro untuk korban letusan gunung berapi tersebut pada Selasa. Khususnya untuk membeli rumah bagi mereka yang rumahnya dilalap lahar.
(wk/Bert)