Siap-siap! Melancong ke Thailand Bakal Dikenakan 'Biaya Turis Asing' Mulai Tahun Depan
pixabay.com/PTLlab
Dunia

Thailand berharap dengan memungut biaya 500 baht per turis mampu mengumpulkan 5 miliar dalam tahun pertama, dengan asumsi 10 juta kedatangan asing pada 2022.

WowKeren - Thailand menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup menarik di Asia Tenggara. Tak mengherankan jika banyak wisatawan asing berkunjung ke negara ini.

Seiring dengan pembukaan pembatasan, Thailand juga mulai memulihkan sektor wisatanya yang sangat terdampak oleh pandemi. Namun, ada kabar baru bagai para pelancong yang hendak berkunjung ke Negeri Gajah Putih, khususnya tahun depan.

Kementerian Pariwisata dan Olahraga siap untuk mulai mengumpulkan biaya pariwisata 500 baht untuk "dana transformasi pariwisata" tahun depan. Pusat Administrasi Situasi Ekonomi pekan lalu menyetujui pembentukan dana tersebut, yang diharapkan untuk mensubsidi proyek-proyek yang mengubah industri, dengan fokus pada pariwisata bernilai tinggi dan berkelanjutan.

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn mengatakan pemungutan biaya 500 baht per orang harus dimulai tahun depan. Thailand berharap langkah ini mampu mengumpulkan 5 miliar dalam tahun pertama, dengan asumsi 10 juta kedatangan asing pada 2022.


Komite Kebijakan Pariwisata Nasional telah memberikan persetujuan untuk memulai pendanaan awal tahun ini, dengan usulan biaya 300 baht per orang. Sementara itu, tambahan sebesar 200 baht akan dialokasikan untuk berbagai sektor.

Adapun sektor yang dimaksud adalah proyek yang diprakarsai oleh sektor swasta, perusahaan komunitas, atau perusahaan sosial yang ingin mengubah bisnis mereka untuk memenuhi strategi dana. Alokasi dana juga diharapkan membantu restrukturisasi negara dari pariwisata massal menjadi model ekonomi bernilai tinggi dan pariwisata yang peduli lingkungan.

"Proyek-proyek tersebut harus co-creation," kata Yuthasak. "Dan pemerintah harus menggunakan dana untuk mendukung proyek-proyek yang dapat menciptakan dampak ekonomi."

Sedangkan untuk proporsi dukungan keuangan publik besarnya bervariasi. "Bisa 50:50, 60:40 atau 70:30, tergantung bagaimana banyak kami ingin membuat proyek-proyek itu terjadi," katanya.

Yuthasak mengatakan dana tersebut juga dimaksudkan untuk menganggarkan asuransi dan proyek pembangunan bagi pengunjung asing yang membutuhkan inisiatif pemerintah daripada sektor swasta termasuk yang membutuhkan dana pendamping dari pemerintah. "Biaya tambahan tidak akan berdampak pada wisatawan karena kami ingin fokus pada pasar berkualitas," kata Yuthasak.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait