Lepas pantai California, AS tercemar oleh 126 ribu galon minyak mentah yang menyebabkan kerusakan alam sekitar. Pipa yang sudah tua hingga jangkar kapal laut pun dituding jadi penyebab.
- Elvariza Opita
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 13:39 WIB
WowKeren - Sebanyak 126 ribu galon minyak mentah tumpah di lepas pantai California, Amerika Serikat dan memicu perhatian global. Pasalnya minyak tersebut mencemari mulai dari pasir di Pantai Huntington hingga Samudera Pasifik, serta membunuh makhluk hidup liar dan merusak garis pantai.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya, apa penyebab di balik peristiwa ini? Banyak spekulasi beredar, namun kecurigaan semua mengarah kepada satu hal, yakni kondisi pipa yang mengalirkan minyak-minyak mentah tersebut di bawah permukaan air laut.
Pipa yang bertanggung jawab menyalurkan minyak mentah tersebut rupanya sudah berusia 41 tahun dan memicu kekhawatiran kondisinya sudah tak laik. Belum ditambah dengan berbagai faktor risiko seperti korosi hingga erosi bawah laut, kelayakan pipa pun semakin berkurang.
"Semakin berumur pipa, maka akan semakin mudah rusak juga akibat korosi, lumpur, maupun erosi bawah laut," terang aktivis US Government Accountability Office (GAO), pada Maret 2021. Namun bukan hanya karena fenomena bawah laut, perusahaan operator pipa tersebut pun sudah memiliki dugaan lain penyebab pipa menjadi rusak.
CEO Amplify Energy, Martyn Willsher, yang bertanggung jawab mengelola pipa tersebut mengklaim bahwa pihaknya telah menginvestigasi sampai lebih dari 2.438 meter pipa. Dan saat ini pihaknya fokus ada "satu area signifikan" dan menduga cacat yang mungkin timbul di sana adalah akibat jangkar kapal laut.
"Jangkar kapal laut menggores pipa adalah salah satu kemungkinan penyebab," kata Willsher dalam konferensi persnya, dikutip pada Selasa (5/10). Pernyataannya ini pun dipertegas dengan pengakuan Penjaga Pantai AS yang menyebut ada dua kapal kargo secara rutin berlalu-lalang di area Los Angeles dan Long Beach.
"Kami sedang menyelidiki kemungkinan kebocoran akibat jangkar kapal laut," ujar Letnan Komando Penjaga Pantai AS, Jeannie Shaye. "Tapi saat ini semau masih dalam fase asesmen."
Peristiwa tumpahnya ratusan ribu galon minyak mentah ini menciptakan kerusakan alam yang tak bisa dipandang sebelah mata. Hingga kini proses pembersihan masih berlangsung, dengan asumsi pantai kemungkinan akan ditutup hingga beberapa pekan, atau bahkan bulan, ke depan dengan banyaknya petugas pembersih mengenakan hazmat lengkap.
(wk/elva)