Joe Biden Ungkap Telah Berkomunikasi Dengan Presiden Tiongkok Soal Taiwan
Dunia

Hubungan antara Tiongkok dan Taiwan selama 40 tahun terakhir disebut dalam kondisi buruk. Mengenai hal ini, Presiden AS Joe Biden mengaku telah bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping membahas Taiwan.

WowKeren - Tiongkok dan Taiwan hingga kini diketahui masih terus beritegang mengenai isu diplomatik kewilayahan. Beberapa waktu lalu, Beijing diketahui mengirim sejumlah rekor pesawat militer ke zona pertahanan udara pulau yang diperintah sendiri (ADIZ) dan para pejabat Taiwan pun mengatakan bahwa hubungan mereka berada dalam kondisi terburuk selama 40 tahun berturut-turut.

Setelah kejadian tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang Taiwan. Saat disinggung mengenai provokasi Tiongkok atas Taiwan, Biden menerangkan bahwa pihaknya telah membahas hal tersebut dengan Jinping.

"Saya sudah berbicara dengan Jinping, tentang Taiwan, kami setuju akan mematuhi perjanjian Taiwan, dan kami menjelaskan bahwa saya tidak berpikir dia harus melakukan apapun selain mematuhi perjanjian," terang Biden di Gedung Putih.


Pada Senin (4/10) lalu, Taiwan megatakan bahwa pihaknya melacak rekor 56 pesawat Tiongkok di ADIZ-nya dalam serangkaian manuver militer yang dimulai pada pekan lalu saat Hari Nasional Tiongkok, dan mendorong pulau itu untuk mengerahkan jet tempur sebagai tanggapan.

Di sisi lain, Beijing yang selama ini mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan kegiatan lintas selat tahun 2021 ini dengan jumlah insiden yang tercatat di jalurnya menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara pada Rabu (6/10) hari ini, Menteri Pertahanan Chiu Kuo-Cheng mengatakan kepada parlemen bahwa ketegangan lintas selat adalah yang terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Melansir Al Jazeera, Chiu juga memperingatkan bahwa Beijing dapat memiliki kemampuan untuk melakukan invasi skala penuh ke pulau demokrasi itu pada tahun 2025. Sebelumnya, Presiden Tsai Ing-Wen menulis tentang "konsekuensi bencana" bagi kawasan Asia Pasifik jika Taiwan yang bersiap untuk memperingati Hari Nasionalnya sendiri pada 10 Oktober jatuh ke tangan Tiongkok.

"Jika demokrasi dan cara hidupnya terancam, Taiwan akan melakukan apapun untuk mempertahankan diri," terang Tsai dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Selasa (5/10) di jurnal terkemuka, Foreign Affairs.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait