Paus Fransiskus Ungkap Rasa Malunya Soal Temuan 330.000 Anak Dilecehkan Di Gereja Katolik Prancis
Dunia

Berdasarkan laporan yang dirilis Selasa (5/10), jumlah anak yang menjadi korban pelecehan seksual mencapai 330.000 orang. 216.000 orang di antaranya dilecehkan oleh imam dan pemuka agama lainnya.

WowKeren - Sebuah penyelidikan independen menemukan ada 330.000 anak-anak menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan Gereja Katolik Prancis dalam 70 tahun terakhir. Paus Fransiskus lantas mengungkapkan "rasa malu" untuk dirinya sendiri dan Gereja Katolik Roma atas skala pelecehan seksual anak dalam gereja di Prancis.

"Sayangnya jumlahnya cukup banyak. Saya ingin mengungkapkan kepada para korban kesedihan dan rasa sakit saya atas trauma yang mereka derita," tutur Paus Fransiskus, dikutip AP News pada Rabu (6/10). "Ini juga merupakan rasa malu saya, rasa malu kami. Rasa malu saya karena ketidakmampuan gereja terlalu lama untuk menempatkan mereka (para korban) di pusat perhatiannya."

Selain itu, Paus Fransiskus juga meminta semua uskup dan pemimpin agama untuk mengambil tindakan yang diperlukan "agar drama serupa tidak terulang". Sang Paus turut mengungkapkan "kedekatan dan dukungan paternalnya" kepada para imam Prancis dalam menghadapi "ujian yang sulit" ini. Umat Katolik Prancis diminta Paus Fransiskus untuk memastikan bahwa "gereja tetap menjadi rumah yang aman bagi semua orang".

Paus Fransiskus sendiri telah mengeluarkan undang-undang gereja yang inovatif pada Mei 2019 yang mewajibkan semua imam dan biarawati Katolik untuk melaporkan pelecehan seksual dan "cover-up" alias penyembunyian isu yang melibatkan atasan mereka kepada otoritas gereja. Ia telah menyatakan bahwa setiap uskup harus bertanggung jawab atas "bencana" pelecehan seksual.


Sebelumnya, Prancis digoncang oleh laporan yang menyebutkan ada sekitar 3.000 imam dan orang lain terkait Gereja Katolik melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Prancis. Menurut presiden komisi independen yang mengeluarkan temuan itu, Jean-Marc Sauvé, otoritas Katolik telah menutupi pelecehan yang berlangsung selama 70 tahun dengan "cara yang sistematis."

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah anak yang menjadi korban pelecehan seksual mencapai 330.000 orang. 216.000 orang di antaranya dilecehkan oleh imam dan pemuka agama lainnya. Perkiraan tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Nasional Prancis tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak di negara tersebut.

Komisi independen yang melaporkan temuan ini mendesak gereja untuk mengambil tindakan tegas. Mereka juga meminta Gereja Katolik untuk membantu memberikan kompensasi kepada para korban, terutama dalam kasus-kasus yang terlalu lama untuk diadili di pengadilan Prancis.

Respons Paus Fransiskus terhadap laporan ini sebelumnya telah diungkapkan oleh Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni. Pada Selasa (5/10), Bruni mengatakan bahwa Paus Fransiskus telah mengetahui tentang temuan laporan itu dan merasakan kesedihan.

"Pikirannya pertama-tama ditujukan kepada para korban, dengan kesedihan yang mendalam atas luka-luka mereka dan rasa terima kasih atas keberanian mereka untuk berbicara," tutur Bruni.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait