Ini merupakan kali kedua Bandara La Palma di Spanyol ditutup sejak gunung berapi Cumbre Vieja meletus pada 19 September 2021 lalu. Bandara itu sempat ditutup pada 25 September lalu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:14 WIB
WowKeren - Erupsi gunung berapi Cumbre Vieja di pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, beberapa waktu lalu menyebabkan abu dan debu menumpuk di landasan pacu bandara setempat. Hal ini menyebabkan pihak otoritas setempat untuk menutup bandara La Palma pada Kamis (7/10).
Menurut operator lalu lintas udara AENA, bandara lain di Kepulauan Canary masih tetap buka. Juru bicara AENA mengatakan bahwa awan abu tidak mungkin menimbulkan risiko yang lebih luas untuk perjalanan udara untuk saat ini.
"Bandara La Palma tidak beroperasi karena akumulasi abu. Protokol yang ditetapkan sedang diterapkan. Keselamatan adalah prioritas," demikian keterangan pihak AENA dalam unggahan di Twitter.
Ini merupakan kali kedua Bandara La Palma terpaksa ditutup sejak gunung Cumbre Vieja meletus pada 19 September 2021 lalu. Bandara La Palma sebelumnya sudah sempat ditutup pada 25 September 2021 lalu, namun dibuka kembali pada hari berikutnya usai para pekerja menyapu abu vulkanik di landasan pacu.
Gunung berapi di La Palma telah menyemburkan lahar panas selama lebih dari dua minggu. Hal ini merusak ratusan bangunan dan lahan pertanian, serta memaksa ribuan orang untuk mengungsi.
Penduduk setempat berjuang untuk berdamai dengan kehancuran yang telah ditimbulkan erupsi tersebut. Carmen Rodriguez, salah seorang warga yang kehilangan rumahnya di desa Todoque, dibuat syok dengan aliran lahar panas yang mencapai rumahnya.
"Kami tidak pernah berpikir bahwa gunung berapi akan mencapai rumah kami, tidak pernah," ungkap Rodriguez. "Syukurlah kami bisa mengambil mesin cuci, lemari es, dan kompor yang baru saja saya beli."
Seorang warga negara Belanda yang telah tinggal di pulau tersebut selama enam tahun mengaku tak percaya dengan bencana alam yang baru mereka alami. Terlebih saat ini dunia masih dilanda pandemi COVID-19.
"Tidak terbayangkan bahwa ini akan terjadi, dan sekarang kita menjalani hari-hari yang lebih buruk daripada keadaan COVID, yang sudah agak tidak nyata," ungkapnya. "Saya benar-benar berpikir tempat ini akan menjadi pulau surga saya."
(wk/Bert)