Studi OECD: Jepang Jadi Negara dengan Jumlah Wanita Terendah yang Pelajari Sains
Dunia

Jika dibandingkan dengan negara lainnya, Jepang cukup tertinggal. Dengan Slovakia misalnya, yang memiliki pangsa tertinggi sebesar 65 persen, diikuti oleh Polandia 63 persen.

WowKeren - Jepang telah dikenal dunia sebagai negara dengan teknologinya yang maju di Asia. Namun siapa sangka jika kesenjangan gender yang signifikan masih terlihat dalam bidang sains?

Sebuah laporan terbaru dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyebutkan jika Jepang mencatat jumlah wanita terendah pada tahun 2019 yang mempelajari sains di antara 36 negara anggota organisasi tersebut.

OECD menyoroti kesenjangan gender yang signifikan di Jepang di bidang yang secara kolektif disebut STEM, sains, teknologi, teknik dan matematika. Organisasi itu mengatakan negara tersebut perlu menginspirasi wanita untuk melanjutkan studi ini.

Di antara bidang STEM, proporsi wanita yang memasuki ilmu alam, matematika, dan statistik di tingkat pendidikan tinggi di Jepang hanya sebesar 27 persen. Jumlah ini masih jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 52 persen, menurut laporan Education at a Glance 2021 mereka. Laporan yang dirilis pada pertengahan September itu memeriksa perbandingan perempuan yang terdaftar di pendidikan tinggi pada tahun 2019.


Jika dibandingkan dengan negara lainnya, Jepang cukup tertinggal. Dengan Slovakia misalnya, yang memiliki pangsa tertinggi sebesar 65 persen, diikuti oleh Polandia sebesar 63 persen. Sedangkan Republik Ceko dan Lithuania sama-sama mencapai 60 persen.

Sementara untuk bidang teknik, manufaktur dan konstruksi, perempuan hanya mengambil porsi 16 persen di Jepang. Untuk bidang ini, pangsa tertinggi dicatat oleh Islandia sebesar 39 persen diikuti oleh Polandia sebanyak 36 persen dan Yunani di angka 33 persen.

Tak hanya soal perempuan yang belajar sains, Jepang rupanya juga mencatat jumlah terendah di antara 37 negara OECD dalam hal berapa banyak kekayaan nasional yang dihabiskan untuk lembaga pendidikan pada tahun 2018. Pengeluaran publik yang ditujukan untuk lembaga pendidikan dasar hingga perguruan tinggi adalah 2,8 persen dari produk domestik bruto negara, dalam hal ini Jepang dan Irlandia.

Sedangkan rata-rata OECD adalah 4,1 persen. Norwegia menunjukkan komitmen yang lebih tinggi dengan mencatat angka 6,4 persen. Kosta Rika dan Islandia masing-masing membelanjakan 6,2 persen dan 5,5 persen produk domestik bruto negara untuk lembaga pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait