Taiwan Tegaskan Warganya Tak Akan Tunduk ke Tiongkok
pixabay.com/Ilustrasi/bohdanchreptak
Dunia

Ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan kian meningkat. Di bawah Jinping, Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan politik pada Taiwan untuk mengakui kekuasaannya.

WowKeren - Perseteruan antara Taiwan dengan Tiongkok masih belum usai. Kekinian, Presiden Tiongkok Xi Jinping bahkan berjanji untuk mewujudkan "penyatuan kembali" secara damai dengan Taiwan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pun buka suara menanggapi hal ini. Ia menegaskan bahwa rakyat Taiwan tidak akan pernah tunduk pada tekanan Tiongkok. Tak hanya itu, Taiwan juga akan berupaya untuk terus mempertahankan demokrasinya.

Hal itu diungkapkan olehnya pada rapat umum yang diadakan untuk menandai Hari Nasional Taiwan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan dia berharap untuk meredakan ketegangan di Selat Taiwan.

Dia mengatakan pemerintahnya tidak akan "bertindak gegabah", tetapi "seharusnya sama sekali tidak ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan".


Seperti diketahui, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan kian meningkat. Di bawah Jinping, Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan politik pada Taiwan untuk menerima kekuasaannya. Hal itu semakin terlihat dengan adanya misi angkatan udara Tiongkok yang berulang kali menampakkan diri di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Selama pekan pertama Oktober, Tiongkok telah mengirim sekitar 149 pesawat militer di dekat pulau itu. Langkah ini memaksa Taiwan untuk mengerahkan jet tempurnya dan sekaligus memicu kekhawatiran internasional.

Presiden menegaskan bahwa Taiwan akan terus berupaya memperkuat pertahanan nasionalnya untuk membela diri. Ia menekankan bahwa Taiwan tidak akan mau dipaksa untuk mengikuti jalan yang ditetapkan oleh Tiongkok.

"Taiwan akan terus meningkatkan pertahanan nasional," tegasnya. "Dan menunjukkan tekad untuk membela diri untuk memastikan bahwa tidak ada yang dapat memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan Tiongkok untuk kami."

Adapun penolakan itu bukan tanpa alasan. Taiwan memandang bahwa jalan yang ditetapkan oleh Tiongkok akan mematikan cara hidup yang demokratis bagi Taiwan. "Ini karena jalan yang telah ditetapkan Tiongkok tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, atau kedaulatan bagi 23 juta orang kami," tegasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait